Waspada Kaki Diabetes: Luka Kecil yang Bisa Berujung Amputasi

  • 11 Mei 2026 05:20 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kaki diabetes atau diabetic foot menjadi salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami penderita diabetes melitus. Kondisi ini ditandai dengan munculnya infeksi, luka terbuka, hingga kerusakan jaringan pada kaki akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Berdasarkan informasi dari kemkes.go.id komplikasi ini umumnya muncul pada penderita yang telah hidup dengan diabetes selama lebih dari lima hingga delapan tahun.

Bagi para diabetesi, kaki bukan sekadar alat untuk berjalan. Dalam dunia medis, kaki disebut sebagai salah satu “alarm kesehatan” paling sensitif karena perubahan kecil pada kaki bisa menjadi tanda awal komplikasi serius. Sayangnya, masih banyak penderita diabetes yang menganggap remeh luka kecil, kesemutan, atau lecet ringan di kaki. Padahal, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga menyebabkan amputasi.

Tenaga kesehatan menegaskan bahwa sebagian besar kasus amputasi akibat diabetes sebenarnya dapat dicegah. Kunci utamanya bukan hanya pengobatan, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi kaki serta deteksi dini setiap perubahan yang terjadi.

Mengapa Kaki Rentan pada Penderita Diabetes?

Tingginya kadar gula darah dalam waktu lama dapat merusak berbagai organ tubuh, termasuk saraf dan pembuluh darah di kaki. Ada dua faktor utama yang menyebabkan kaki penderita diabetes sangat rentan mengalami luka dan infeksi.

  1. Neuropati Diabetik: Saraf Kehilangan Sensitivitas
    Neuropati diabetik terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi merusak saraf, terutama pada kaki. Akibatnya, penderita mulai kehilangan kemampuan merasakan nyeri, panas, atau luka.
    Kondisi ini sangat berbahaya karena penderita bisa saja menginjak benda tajam, mengalami lecet akibat sepatu sempit, atau terkena luka tanpa menyadarinya. Karena tidak terasa sakit, luka tersebut sering terlambat ditangani dan akhirnya memburuk.
  2. Gangguan Sirkulasi Darah
    Selain saraf, diabetes juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau angiopati. Aliran darah menuju kaki menjadi tidak lancar sehingga suplai oksigen, nutrisi, dan sel imun yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka menjadi berkurang.
    Akibatnya, luka sekecil apa pun menjadi sulit sembuh dan mudah mengalami infeksi. Jika infeksi terus berkembang, jaringan bisa membusuk atau mengalami gangren. Pada tahap inilah amputasi sering kali menjadi pilihan terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien.
    Pentingnya Pemeriksaan Kaki Setiap Hari
    Dokter menyarankan penderita diabetes untuk rutin memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama sebelum tidur. Pemeriksaan sederhana ini dapat dilakukan sendiri di rumah dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
    Inspeksi Visual
    Langkah pertama adalah melihat seluruh bagian kaki secara teliti, termasuk telapak kaki dan sela-sela jari. Jika sulit membungkuk, penderita dapat menggunakan cermin untuk membantu pemeriksaan.
    Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
    Kemerahan atau perubahan warna kulit
    Bengkak
    Luka lecet, goresan, atau lepuhan
    Kapalan atau penebalan kulit
    Kapalan sering dianggap sepele, padahal di bawah lapisan kulit yang menebal itu bisa saja terdapat luka yang dalam dan berbahaya.
    Pemeriksaan Suhu
    Gunakan punggung tangan untuk meraba suhu kaki. Jika ada bagian yang terasa lebih panas dibanding area lain, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal peradangan atau infeksi.
    Tes Sensitivitas
    Penderita juga disarankan mengecek sensitivitas kaki menggunakan kapas atau benda lembut lainnya. Jika sentuhan tidak terasa, kemungkinan saraf kaki mulai mengalami gangguan.
    Jangan Abaikan Tanda Bahaya
    Penderita diabetes diminta segera mencari bantuan medis apabila menemukan gejala berikut:
    Luka yang tidak membaik dalam 24 hingga 48 jam
    Keluar nanah atau bau tidak sedap
    Kaki terasa sangat nyeri atau justru mati rasa total
    Demam, yang menandakan infeksi mulai menyebar ke tubuh
    Langkah Pencegahan agar Terhindar dari Amputasi
    Mencegah kaki diabetes membutuhkan disiplin dalam menjalani kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah penting yang dianjurkan:
    Jangan Bertelanjang Kaki
    Penderita diabetes sebaiknya tidak berjalan tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah. Luka kecil akibat menginjak benda tajam atau permukaan kasar bisa menjadi awal komplikasi serius.
    Gunakan Sepatu yang Tepat
    Sepatu yang terlalu sempit dapat menyebabkan lecet tanpa disadari. Karena itu, penderita diabetes dianjurkan membeli sepatu pada sore hari ketika ukuran kaki berada pada kondisi terbesar.
    Selain itu:
    Gunakan kaus kaki yang nyaman dan tidak terlalu ketat
    Pastikan tidak ada kerikil atau benda asing di dalam sepatu sebelum dipakai
    Menjaga Kebersihan Kaki
    Kaki perlu dicuci menggunakan air hangat suam-suam kuku. Suhu air sebaiknya dicek menggunakan siku atau tangan, bukan kaki, karena sensitivitas kaki penderita diabetes bisa menurun.
    Setelah dicuci, kaki harus dikeringkan dengan teliti, terutama di sela-sela jari. Area lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan menjadi pintu masuk bakteri penyebab infeksi.
    Menggunakan Pelembap dengan Benar
    Kulit kaki yang kering dan pecah-pecah dapat meningkatkan risiko luka. Oleh karena itu, penggunaan losion atau pelembap dianjurkan pada telapak dan punggung kaki.
    Namun, pelembap tidak boleh dioleskan pada sela-sela jari karena dapat menyebabkan area tersebut terlalu lembap dan memicu infeksi jamur.
    Memotong Kuku Secara Aman
    Kuku kaki sebaiknya dipotong lurus dan tidak terlalu pendek. Memotong kuku terlalu dalam atau melengkung di bagian sudut dapat menyebabkan cantengan yang berpotensi menjadi luka infeksi.
    Kontrol Gula Darah Tetap Jadi Kunci
    Selain perawatan kaki, pengendalian kadar gula darah tetap menjadi langkah paling penting dalam mencegah komplikasi diabetes. Pola makan sehat, olahraga teratur, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan pemeriksaan rutin menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
    Amputasi Bukan Takdir
    Amputasi bukanlah sesuatu yang pasti dialami penderita diabetes. Sebagian besar kasus amputasi terjadi akibat luka kecil yang diabaikan dan terlambat ditangani.
    Dengan pemeriksaan rutin, menjaga kebersihan kaki, memakai alas kaki yang tepat, serta mengontrol gula darah dengan baik, penderita diabetes tetap dapat menjalani hidup aktif dengan kaki yang sehat dan kuat.
    Kesadaran terhadap pentingnya perawatan kaki menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan kualitas hidup para diabetesi di masa depan.
    (Sumber:kemkes.go.id)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....