Kaki Diabetes, Komplikasi Kencing Manis Berujung Amputasi

  • 11 Mei 2026 05:18 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kaki merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan produktivitas manusia. Namun bagi penyandang kencing manis atau diabetes melitus, kesehatan kaki menjadi bagian tubuh yang sangat rentan mengalami komplikasi serius. Kondisi ini dikenal sebagai kaki diabetes, yaitu komplikasi jangka panjang akibat tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama.

Kaki diabetes menjadi salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan pada penyandang diabetes. Tidak hanya menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga dapat berakhir pada kecacatan permanen hingga kematian apabila tidak ditangani secara tepat dan menyeluruh.

Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi kemkes.go.id komplikasi kaki pada penderita diabetes terjadi akibat kerusakan saraf (neuropati) dan kerusakan pembuluh darah (vaskular) yang dipicu oleh kadar gula darah tinggi kronis. Kerusakan tersebut menyebabkan aliran darah menuju kaki terganggu serta menurunkan sensitivitas saraf pada kaki.

Akibat gangguan saraf, banyak penyandang diabetes mengeluhkan kaki yang terasa kesemutan, panas seperti terbakar, kebas, hingga mati rasa. Pada beberapa kasus, penderita bahkan tidak menyadari adanya luka di kaki karena berkurangnya kemampuan merasakan nyeri. Kondisi ini sangat berbahaya karena luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi berat.

Selain gangguan saraf, kerusakan pembuluh darah juga menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kaki diabetes. Aliran darah yang tidak lancar menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi sangat lambat. Gejala gangguan pembuluh darah biasanya ditandai dengan nyeri saat berjalan maupun saat beristirahat, hilangnya denyut nadi pada kaki, hingga perubahan warna kaki menjadi pucat atau menghitam.

Dalam kondisi yang lebih parah, luka yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangren atau kematian jaringan tubuh. Jika infeksi semakin meluas dan tidak dapat dikendalikan, amputasi sering kali menjadi pilihan terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Pencegahan kaki diabetes harus dilakukan sejak dini. Langkah utama yang paling penting adalah menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. Selain itu, penyandang diabetes juga dianjurkan untuk rutin memeriksa kondisi kaki setiap hari guna mendeteksi adanya luka, lecet, atau perubahan warna kulit sedini mungkin.

Penggunaan alas kaki yang tepat juga sangat penting untuk mencegah terjadinya luka akibat tekanan berlebih atau gesekan. Penyandang diabetes sebaiknya menghindari berjalan tanpa alas kaki dan memilih sepatu yang nyaman serta tidak terlalu sempit. Menjaga kebersihan kaki dengan mencuci dan mengeringkan kaki secara benar juga menjadi bagian penting dalam pencegahan komplikasi.

Dalam penanganannya, kaki diabetes memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan berbagai aspek medis. Penanganan tersebut meliputi kontrol edukasi, kontrol metabolik, kontrol pembuluh darah, kontrol luka, kontrol infeksi, dan kontrol tekanan pada kaki.

Kontrol edukasi menjadi langkah awal yang sangat penting. Penyandang diabetes dan keluarganya perlu memahami cara mengelola gula darah serta menjaga kesehatan kaki dengan baik. Edukasi dapat diperoleh melalui konsultasi dengan dokter, penyuluhan kesehatan, maupun informasi dari sumber terpercaya.

Sementara itu, kontrol metabolik dilakukan dengan menjaga berbagai parameter tubuh tetap stabil, seperti kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, hemoglobin, hingga kadar protein dalam darah. Kondisi metabolik yang baik akan membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kontrol pembuluh darah juga menjadi bagian penting dalam penanganan kaki diabetes. Pemeriksaan rutin oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan tidak adanya sumbatan pada pembuluh darah kaki. Bagi penyandang diabetes yang masih merokok, berhenti merokok menjadi langkah penting untuk memperbaiki kualitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah ke kaki.

Selain itu, perawatan luka harus dilakukan dengan cermat sejak luka pertama kali muncul. Penanganan yang salah dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, penderita dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan luka pada kaki.

Pengendalian infeksi juga tidak kalah penting. Infeksi pada kaki diabetes harus segera ditangani dengan pemberian antibiotik yang tepat sesuai kondisi pasien. Penanganan infeksi yang cepat dan akurat dapat membantu mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas.

Di sisi lain, kontrol tekanan pada kaki juga menjadi perhatian utama. Luka pada kaki akan semakin sulit sembuh apabila terus mendapatkan tekanan saat berjalan. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu atau teknik tertentu untuk mengurangi tekanan pada kaki sering kali diperlukan dalam proses penyembuhan.

Kerja sama antara penyandang diabetes, keluarga, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya menjadi kunci utama keberhasilan penanganan kaki diabetes. Dengan penanganan yang tepat, cermat, dan menyeluruh, risiko kecacatan maupun amputasi dapat ditekan seminimal mungkin.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun pada kaki, terutama bagi penderita diabetes. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini menjadi langkah terbaik untuk menjaga kualitas hidup serta mencegah komplikasi yang lebih berat di kemudian hari.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....