Haid Tak Normal Bisa Jadi Tanda Kista dan Miom

  • 02 Mei 2026 17:15 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Gangguan haid yang tidak normal pada perempuan tidak boleh dianggap sepele. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Singgeh Setyasworo, mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya kista maupun miom pada organ reproduksi wanita.

Dalam talkshow kesehatan yang disiarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis, 30 April 2026, dr. Singgeh menjelaskan bahwa haid normal umumnya memiliki siklus 24 hingga 35 hari dengan durasi 4 sampai 7 hari. Di luar itu, perempuan perlu mulai waspada terhadap kemungkinan gangguan kesehatan.

“Wanita haid itu sebenarnya tidak merasakan nyeri hebat. Kalau sampai nyerinya mengganggu aktivitas, itu perlu dicurigai ada kondisi tertentu seperti miom atau endometriosis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kista dan miom merupakan dua kondisi yang berbeda. Kista adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur, sedangkan miom merupakan pertumbuhan jaringan abnormal pada otot rahim. Keduanya bisa memengaruhi siklus haid, bahkan kesuburan jika tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, tidak semua kista dan miom langsung menimbulkan gejala. Pada ukuran kecil, kondisi ini sering kali tidak disadari. Namun, ketika sudah membesar, gejala seperti haid berlebihan, nyeri hebat, atau perut terasa membesar mulai muncul.

“Kadang-kadang kalau masih kecil tidak ada keluhan. Tapi kalau sudah besar, bisa menyebabkan haid banyak atau nyeri, bahkan teraba benjolan di perut,” katanya.

Faktor risiko kondisi ini antara lain gangguan hormon, pola makan tidak sehat, obesitas, serta faktor genetik. Konsumsi makanan tinggi gula dan makanan olahan juga disebut dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang berpengaruh pada pertumbuhan kista dan miom.

Ia menekankan pentingnya perempuan untuk mencatat siklus haid secara rutin sebagai langkah deteksi dini. Jika terjadi perubahan signifikan, seperti siklus tidak teratur, durasi lebih lama, atau nyeri berlebihan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Dengan pemeriksaan seperti ultrasonografi (USG), dokter dapat memastikan kondisi organ reproduksi dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Kalau memang ada gangguan, bisa ditangani lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi,” katanya menambahkan.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang muncul dari perubahan siklus haid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....