Pola Tapal Kuda DBD: Waspadai Fase Kritis saat Demam Menurun
- 02 Mei 2026 16:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyerang seluruh kelompok usia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSPI Sulianti Saroso, Rizka Zainuddin, mengingatkan bahwa DBD memiliki pola demam yang khas serta fase kritis yang sering kali tidak disadari oleh pasien.
Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi mencapai 39 derajat Celcius yang disertai pusing, nyeri sendi, dan munculnya bercak kemerahan. Pola demam ini dikenal dengan istilah "tapal kuda", di mana demam melonjak di hari pertama hingga ketiga, kemudian menurun secara drastis pada hari keempat hingga keenam.
Kondisi menurunnya demam tersebut justru merupakan fase yang harus diwaspadai karena pasien sering kali merasa sudah sembuh.
"Walaupun demamnya turun, di situlah fase kritis dari DBD-nya. Jadi memang perlu hati-hati fase kritis ini, walaupun dia tampak tenang, pasiennya di situlah fase yang menegangkan," ujar dr. Rizka.
Pada fase kritis tersebut, risiko terjadinya penurunan trombosit dan pendarahan spontan berada pada titik tertinggi. Jika tidak ditangani dengan tepat melalui pemantauan medis, kondisi ini dapat memicu kegagalan fungsi organ hingga risiko kematian bagi penderita.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Rizka menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan protokol 3M Plus untuk memutus rantai hidup nyamuk Aedes aegypti.
"Idealnya itu seminggu sekali dikuras, karena siklus hidup nyamuk dari fase telur sampai ke dewasa itu adalah tujuh hari," katanya.
Selain kebersihan lingkungan, penggunaan losion anti nyamuk serta vaksinasi juga sangat dianjurkan untuk proteksi tambahan. Vaksinasi Dengue saat ini dinilai efektif untuk menurunkan risiko gejala berat bagi masyarakat yang pernah maupun belum pernah terinfeksi virus tersebut sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....