Waspada Penyakit akibat Makanan Terkontaminasi pada Anak
- 19 Apr 2026 12:55 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Penyakit akibat makanan terkontaminasi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala seperti diare, muntah, demam, hingga keracunan makanan yang dapat berujung pada komplikasi berat seperti dehidrasi akut, gagal ginjal, bahkan kematian pada kasus tertentu.
Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi polri.go.id disebutkan bahwa makanan yang tidak higienis, terutama jajanan di luar rumah, menjadi salah satu sumber utama penularan berbagai penyakit. Bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella sering ditemukan pada makanan yang terkontaminasi dan menjadi penyebab utama gangguan pencernaan pada anak.
Tak hanya berdampak jangka pendek, paparan makanan yang tidak aman juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti malnutrisi, stunting, hingga gangguan fungsi organ tubuh. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi akibat daya tahan tubuh yang masih berkembang.
Kontaminasi makanan dapat terjadi di berbagai tahap, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga penyajian. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya kebersihan tangan, terutama saat tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum menyiapkan makanan.
Selain itu, alat makan dan peralatan masak yang tidak bersih juga dapat menjadi media penyebaran patogen berbahaya. Penyimpanan makanan pada suhu yang tidak tepat turut mempercepat pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri diketahui dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu antara 5 hingga 60 derajat Celsius, sehingga penyimpanan yang benar menjadi sangat penting untuk mencegah keracunan makanan.
Berikut ini sejumlah penyakit yang umum ditularkan melalui makanan pada anak:
- Salmonellosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium dan Salmonella enteritidis dengan masa inkubasi 8–48 jam. Bakteri ini biasanya terdapat pada daging, unggas, ikan, telur, dan produk susu yang tidak diolah dengan baik.
Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, kram perut, demam, hilang nafsu makan, sakit kepala, hingga diare berdarah. - Kampilobakteriosis
Disebabkan oleh Campylobacter jejuni dengan masa inkubasi 2–10 hari. Bakteri ini umumnya ditemukan pada susu yang tidak dipasteurisasi dan daging unggas.
Gejalanya berupa diare, sering kali disertai darah, demam, serta mual dan muntah. - Listeriosis
Infeksi ini disebabkan oleh Listeria monocytogenes dengan masa inkubasi yang bervariasi. Bakteri ini dapat ditemukan pada produk daging olahan, terutama daging babi, serta produk susu.
Gejala meliputi demam, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut, dan diare. - Infeksi Escherichia coli (E. coli)
Bakteri ini dapat menyebabkan diare dan radang usus besar dengan masa inkubasi 24–72 jam. Sumbernya antara lain daging giling yang tidak matang sempurna dan susu mentah.
Gejalanya berupa sakit perut, diare (kadang berdarah), serta penurunan berat badan. - Shigellosis
Disebabkan oleh Shigella sonnei dan Shigella flexneri, dengan masa inkubasi 24–72 jam. Penyakit ini dapat ditemukan pada makanan yang terkontaminasi seperti telur dan makanan olahan.
Gejalanya meliputi diare, sakit perut, demam, mual, muntah, serta tinja yang mengandung darah dan lendir. - Gastroenteritis Akut
Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus dengan masa inkubasi 16–48 jam. Biasanya berasal dari makanan laut seperti kerang yang tidak dimasak dengan baik.
Gejala yang muncul antara lain diare, mual, muntah, sakit perut, demam, dan sakit kepala.
Para orang tua untuk lebih memperhatikan keamanan makanan anak, tidak hanya fokus pada kandungan gizi. Kebersihan makanan, cara penyimpanan, serta pemilihan jajanan yang higienis menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit berbahaya tersebut.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan, diharapkan angka kejadian penyakit akibat makanan terkontaminasi pada anak dapat ditekan secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....