Waspada! Ini Tanda-Tanda Tubuh Kebanyakan Gula
- 07 Apr 2026 12:28 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado- Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di masyarakat modern. Tanpa disadari,banyak orang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi setiap hari,baik dari minuman manis,makanan olahan,hingga camilan ringan. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tubuh sebenarnya memberikan sejumlah sinyal ketika asupan gula sudah berlebihan. Namun sayangnya,tanda-tanda ini sering diabaikan,dikutip dari laman hellosehat.com,ketahui tanda-tanda Anda kebanyakan makan gula berikut ini:
1.Cepat lapar
Kelebihan fruktosa (sejenis gula buatan) pada tubuh dapat mengacaukan metabolisme dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan Anda. Kondisi itu memicu kegagalan tubuh dalam merangsang produksi hormon insulin atau hormon pengatur kadar gula dalam darah. Hal tersebut kemudian memicu peningkatan produksi hormon grelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar. Kondisi ini juga menurunkan produksi hormon leptin yang berperan untuk menimbulkan rasa kenyang.
2.Cepat lelah dan kurang energi
Gula mudah diserap dan dicerna tubuh. Jadi, jika Anda merasa cepat lelah, bisa jadi karena Anda kebanyakan makan gula dari makanan dan minuman.
Sebuah penelitian dalam Neuroscience and biobehavioral reviews (2019) mencoba mengamati efek konsumsi karbohidrat dan gula.Penelitian ini menggunakan metode kajian ilmiah pada 31 studi terdahulu dengan total 1.259 responden. Studi menemukan bahwa satu jam setelah konsumsi gula, peserta merasa lelah dan kurang waspada. Lonjakan kadar gula dalam darah dan insulin juga bisa menyebabkan tingkat energi menurun dan memengaruhi tingkat energi secara keseluruhan.
3.Suasana hati memburuk
Jika Anda merasa murung, mudah tersinggung, gelisah, atau stres ini bisa menjadi tanda bahwa Anda kebanyakan makan gula. Sebuah penelitian dalam Scientific reports (2017) menunjukkan bahwa mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.
Makanan atau camilan tinggi gula tanpa protein dan lemak dengan cepat meningkatkan gula darah. Saat tubuh menggunakan asupan ini, tingkat energi tubuh cepat menurun. Hal ini bisa membuat Anda lesu, tanpa disadari Anda pun jadi mudah tersinggung.
4.Tidak bisa tidur
Sebuah ulasan ilmiah dari American journal of lifestyle medicine (2019) menyelidiki hubungan antara asupan berlebihan beberapa jenis gula tambahan dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa. Penelitian yang dilakukan terhadap 300 mahasiswa ini menunjukkan kualitas tidur yang buruk bisa disebabkan oleh kebanyakan konsumsi gula tambahan.
Siklus tidur dan kualitas tidur kita diatur oleh cahaya, suhu ruangan, dan kontrol kadar gula dalam darah. Artinya, kebanyakan mengonsumsi gula tambahan berisiko mengacaukan siklus tidur dan kualitas tidur.
5.Selalu merasa makanan kurang manis
Jika selalu merasa makanan tidak manis, atau perlu menambahkan gula ke dalam makanan agar terasa enak, ini bisa jadi tanda Anda sudah kebanyakan makan gula.
Pasalnya, Anda terbiasa melatih otak untuk mengharapkan tingkat kemanisan yang sangat tinggi. Ketika terbiasa dengan itu, Anda lebih sulit untuk merasa puas dengan makanan yang kurang manis. Pertimbangkan kembali jika Anda berencana mengganti gula pasir dengan pemanis buatan dalam makanan atau minuman.
Alasannya, kebanyakan pemanis pengganti gula justru terasa jauh lebih manis daripada gula sebenarnya. Jadi pemanis pengganti gula malah mengajarkan otak untuk mengharapkan tingkat kemanisan yang sangat tinggi.
Para ahli menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi gula tambahan, memperbanyak air putih, serta mengonsumsi makanan alami seperti buah dan sayur. Membaca label nutrisi pada kemasan juga menjadi langkah penting untuk mengontrol asupan gula harian.
| Baca juga: Manfaat Minum Teh Tawar Bagi Kesehatan |
Menjaga pola makan seimbang adalah kunci utama untuk mencegah berbagai penyakit akibat konsumsi gula berlebih. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, masyarakat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....