Menyemprot Parfum di Leher, Potensi Risiko bagi Kesehatan
- 05 Apr 2026 10:36 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke area leher yang sering dilakukan untuk membuat aroma lebih tahan lama ternyata memiliki potensi dampak negatif bagi kesehatan, khususnya bagi kelenjar tiroid. Informasi ini dikutip dari laman resmi polri.go.id yang menyebutkan bahwa paparan bahan kimia dari parfum di area leher secara berulang dapat memengaruhi sistem hormonal tubuh.
Parfum atau cologne umumnya mengandung bahan kimia seperti phthalates, paraben, dan triclosan. Zat-zat ini dikenal sebagai endocrine disruptors, atau senyawa yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon. Triclosan, misalnya, dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara beberapa jenis paraben juga dilaporkan berdampak pada sistem endokrin tubuh.
Kulit di area leher memiliki ketebalan yang relatif tipis dan berada dekat dengan kelenjar tiroid, sehingga paparan berulang terhadap bahan kimia ini secara teoritis dapat meningkatkan peluang efek lokal maupun sistemik. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa risiko ini tidak terjadi secara instan dan umumnya berkembang secara perlahan dalam jangka waktu bertahun-tahun.
Tidak semua pengguna parfum akan mengalami gangguan kesehatan. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, remaja, serta individu yang sudah memiliki masalah hormonal.
Hingga saat ini, hubungan antara penggunaan parfum dan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung. Namun, perhatian terhadap potensi efek jangka panjang tetap perlu diperhatikan, terutama mengingat kemampuan kulit untuk menyerap zat kimia yang terkandung dalam parfum. Besar kecilnya penyerapan dipengaruhi oleh lokasi pemakaian, frekuensi, dan durasi penggunaan.
Untuk mengurangi potensi risiko kesehatan, masyarakat disarankan untuk lebih bijak dalam menggunakan parfum. Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain adalah menyemprotkan parfum pada pakaian alih-alih langsung ke kulit, serta menghindari penggunaan rutin di area leher atau ketiak. Cara ini diyakini dapat menurunkan kemungkinan paparan zat kimia berbahaya secara langsung ke tubuh.
Parfum memang memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri, namun pemakaian yang berlebihan harus diimbangi dengan kesadaran akan kesehatan jangka panjang. Mengingat dampak zat kimia yang mungkin terjadi perlahan, langkah pencegahan sejak dini dinilai lebih aman untuk menjaga keseimbangan hormonal tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....