Telinga Kemasukan Air Disedot: Solusi Cepat atau Berbahaya
- 22 Mar 2026 19:28 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado -Telinga kemasukan air adalah kondisi umum yang sering terjadi setelah berenang, mandi, atau aktivitas di air. Sebagaimana dikutip dari laman www.healthline.com Air yang tertahan di dalam telinga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti telinga terasa penuh, pendengaran menjadi teredam, hingga muncul rasa gatal.
Dilansir dari laman www.mayoclinic.org Air biasanya masuk ke dalam saluran telinga luar dan bisa terjebak karena bentuk saluran telinga yang sempit atau adanya kotoran telinga (serumen) yang menghalangi keluarnya air. Jika dibiarkan, kondisi lembap ini dapat memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai swimmer’s ear atau otitis externa.
Metode penyedotan telinga (ear suction) memang digunakan dalam dunia medis dan biasanya dilakukan oleh dokter THT dengan alat khusus yang steril. Prosedur ini bertujuan untuk membersihkan cairan atau kotoran secara aman. Namun, tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarangan di rumah karena berisiko jika tanpa keahlian yang tepat.
Dikutip dari laman www.healthline.com Menyedot telinga sendiri, apalagi menggunakan mulut atau alat yang tidak steril, dapat menyebabkan iritasi, infeksi, bahkan kerusakan pada gendang telinga akibat tekanan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, metode ini tidak dianjurkan sebagai penanganan mandiri.
Sebagai alternatif, ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan air dari telinga, seperti memiringkan kepala, menarik daun telinga secara perlahan, atau menggunakan bantuan gravitasi. Cara-cara ini lebih aman dan dapat dicoba terlebih dahulu sebelum mencari bantuan medis.
Jika air tidak keluar dalam waktu 1–2 hari atau disertai gejala seperti nyeri, bau tidak sedap, atau penurunan pendengaran, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan profesional akan lebih aman dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....