Mengenal Maladaptive Daydreaming, Gangguan Aktivtias Melamun

  • 17 Mar 2026 11:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Di antara kamu pasti ada yang senang menghabiskan sedikit waktunya untuk melamun. Entah melamun memikirkan masa depan, kesalahan yang baru saja dibuat, pengalaman memalukan, sampai melamun memikirkan cerita khayalan sendiri.

Menurut Sigmund Freud, seorang tokoh besar dibidang psikologi, fantasi yang muncul saat melamu merupakan manifestasi dari memori pengalaman atau keinginan di masa lalu yang berlum terbeuhi dan ditambah dengan situasi riil di lingkungan sekitar.

Maladaptive daydreaming adalah ketika kondisi seseorang terjebak dalam khayalan mereka dalam waktu yang lama, sehingga mengabaikan hubungan dan kewajiban di dunia nyata. Penyebab maladaptive daydreaming terjadi ketika seseorang mengalami trauma, kekerasan, maupun kesepian. Mereka mencari cara untuk ‘kabur’ dari penderitaannya dengan cara berkhayal selama berjam-jam.

Kondisi ini bisa terjadi ketika bagian otak yang disebut korteks berada dalam mode istirahat. Korteks otak akan kembali bekerja saat Anda beraktivitas. Pada kasus maladaptive daydreaming, Anda terdorong untuk kembali ke dalam lamunan meski sedang melakukan sesuatu. Inilah alasan mengapa MD bisa mengganggu produktivitas harian.

Gangguan melamun maladaptif merupakan kondisi yang sulit dicegah karena penyebabnya belum diketahui. Namun, Anda bisa mengendalikan kebiasaan melamun dengan banyak hal. Salah satunya dengan cara mengisi waktu luang dengan kegiatan tertentu.

Jika hanya dilakukan sesekali, melamun bisa memberikan manfaat berupa meringankan stres dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berimajinasi. Namun, jika Anda tidak bisa mengendalikan keinginan untuk melamun atau bahkan merasa terganggu karenanya, tak ada salahnya mempertimbangkan untuk pergi mengunjungi psikolog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....