Jangan Anggap Remeh, Campak Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

  • 07 Mar 2026 19:20 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kasus campak kembali menjadi perhatian setelah terjadi peningkatan kasus di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit yang kerap dianggap ringan ini ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak ditangani dengan tepat, terutama pada anak-anak.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Konsultan dari RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, I Wayan Gustawan, mengatakan campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus measles dan sangat mudah menular.

“Campak menular melalui udara atau airborne. Ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara, virus dapat menyebar ke orang di sekitarnya,” ujarnya dalam talkshow Keluarga Sehat yang disiarkan Kementerian Kesehatan RI.

Menurutnya, tingkat penularan campak sangat tinggi. Satu penderita bahkan dapat menularkan virus kepada 9 hingga 18 orang di sekitarnya, terutama jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, dan mata merah. Beberapa hari kemudian muncul ruam atau bintik kemerahan yang umumnya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

“Ruam biasanya muncul pada hari keempat atau kelima setelah demam. Pada fase ini kita harus waspada karena risiko komplikasi mulai meningkat,” kata Gustawan.

Ia menjelaskan, komplikasi campak dapat menyerang berbagai organ tubuh karena virus bersifat sistemik. Beberapa komplikasi yang sering terjadi antara lain pneumonia atau radang paru-paru, diare berat, infeksi telinga tengah, hingga radang otak (ensefalitis).

“Jika tidak ditangani dengan baik, komplikasi tersebut dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian,” ujarnya.

Penanganan campak umumnya bersifat suportif karena disebabkan oleh virus. Pasien biasanya diberikan obat penurun demam, asupan cairan yang cukup, serta vitamin A untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.

Selain pengobatan, penderita juga disarankan menjalani isolasi untuk mencegah penularan kepada orang lain. Anak yang sakit sebaiknya tidak berinteraksi dengan anak lain hingga kondisi membaik dan ruam mulai menghilang.

Gustawan menegaskan bahwa imunisasi masih menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak. Saat ini vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles-Rubella).

Imunisasi diberikan tiga kali, yaitu pada usia 9 bulan, 18 - 24 bulan, dan saat anak berada di kelas 1 sekolah dasar.

“Dengan imunisasi, risiko terjadinya infeksi campak dapat ditekan hingga lebih dari 95 persen,” katanya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi yang tidak turun, lemas, tidak mau minum, atau muncul gejala seperti sesak napas dan kejang.

“Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat berakibat fatal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....