Kenali Perbedaan Pusing Biasa dan Vertigo
- 26 Feb 2026 05:59 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Vertigo merupakan kondisi yang kerap disalahartikan sebagai pusing biasa. Padahal, vertigo adalah sensasi pusing berputar yang membuat penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya bergerak, melayang, atau berputar. Kondisi ini terjadi akibat gangguan keseimbangan, baik yang berasal dari telinga bagian dalam (perifer) maupun dari otak (sentral).
Mengutip informasi dari laman resmi polri.go.id vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan tertentu. Artinya, vertigo merupakan tanda adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh yang perlu ditelusuri penyebabnya lebih lanjut.
Gejala Vertigo yang Perlu Diwaspadai
Penderita vertigo umumnya merasakan sensasi seperti berada di tengah gempa bumi atau seperti dunia di sekitarnya berputar-putar. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba maupun berlangsung dalam jangka waktu tertentu.
Gejala umum vertigo meliputi:
- Sensasi pusing berputar (vertigo sirkuler)
- Rasa seperti didorong atau ditarik (vertikal linier)
- Mual dan muntah
- Gangguan keseimbangan dan kesulitan berdiri atau berjalan
- Tinnitus (telinga berdenging)
- Gangguan pendengaran pada salah satu atau kedua telinga
- Pandangan kabur
- Sakit kepala
- Berkeringat
- Mabuk perjalanan
- Perasaan penuh di telinga
- Gerakan mata tidak normal (nistagmus)
Selain gejala fisik, vertigo juga dapat menimbulkan dampak emosional seperti kecemasan, distress, hingga ketidakmampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Vertigo dapat dialami oleh siapa saja. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun ke atas. Meski demikian, orang dewasa dari berbagai usia tetap berisiko mengalaminya.
Vertigo Bukan Sekadar Pusing Biasa
Sering kali vertigo dianggap sama dengan pusing. Padahal, keduanya berbeda. Pusing biasa umumnya terasa seperti kepala ringan atau melayang tanpa sensasi berputar. Sementara itu, vertigo memberikan sensasi ilusi gerakan, seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak.
Secara medis, vertigo dikenal sebagai ilusi atau halusinasi gerakan yang disebabkan gangguan pada sistem vestibular (alat keseimbangan tubuh). Sistem ini melibatkan kerja sama antara retina (visual), kanalis semisirkularis di telinga bagian dalam (vestibular), serta reseptor proprioseptif pada sendi dan tendon.
Jenis-Jenis Vertigo
Vertigo terbagi menjadi dua jenis utama, yakni vertigo perifer dan vertigo sentral.
1. Vertigo Perifer
Vertigo perifer merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini disebabkan gangguan pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular yang berperan dalam mengatur keseimbangan tubuh.
2. Vertigo Sentral
Vertigo sentral terjadi akibat gangguan pada otak. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari stroke, tumor otak, migrain, hingga cedera otak traumatis. Jenis ini umumnya memerlukan penanganan medis lebih lanjut karena berkaitan dengan sistem saraf pusat.
Penyebab Umum Vertigo
Beberapa kondisi medis yang sering menjadi pemicu vertigo antara lain:
1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
BPPV merupakan salah satu penyebab vertigo paling umum. Kondisi ini terjadi akibat perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, misalnya karena benturan atau gerakan cepat.
2. Neuritis Vestibular atau Labirinitis
Kondisi ini disebabkan infeksi bakteri atau virus yang memicu peradangan pada telinga bagian dalam, terutama di sekitar saraf yang mengatur keseimbangan.
3. Penyakit Meniere
Gangguan telinga bagian dalam akibat penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga. Penyakit ini dapat menimbulkan vertigo disertai tinnitus dan gangguan pendengaran.
4. Migrain
Pada sebagian orang, migrain dapat disertai vertigo yang berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.
5. Cedera Kepala atau Leher
Vertigo kerap muncul setelah cedera traumatik yang merusak sistem vestibular atau keseimbangan.
6. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat memicu vertigo, terutama jika disertai gejala pusing, gangguan pendengaran, atau telinga berdenging.
Cara Mengatasi Vertigo
Penanganan vertigo bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dalam beberapa kasus, vertigo dapat membaik dengan sendirinya karena otak mampu beradaptasi dan mengandalkan sistem keseimbangan lain.
Namun, pada kondisi tertentu diperlukan penanganan khusus, antara lain:
Rehabilitasi Vestibular (VRT)
Terapi ini bertujuan memperkuat sistem vestibular melalui latihan khusus yang membantu otak menyesuaikan diri terhadap gangguan keseimbangan. Terapi ini dianjurkan bagi penderita dengan serangan vertigo berulang.
Pencegahan dan Kapan Harus ke Dokter
Untuk mengurangi risiko kambuh, penderita disarankan menghindari perubahan posisi kepala secara tiba-tiba serta tidak membungkuk mendadak saat mengambil benda di lantai. Selain itu, menjaga kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tetap normal melalui pola hidup sehat juga penting, terutama untuk mencegah vertigo yang berkaitan dengan stroke.
Vertigo sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Pemeriksaan medis penting dilakukan agar penanganan yang tepat dapat diberikan, sekaligus mencegah komplikasi atau kekambuhan di kemudian hari. Dengan memahami gejala, penyebab, dan cara penanganannya, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap vertigo sebagai pusing biasa, melainkan sebagai sinyal tubuh yang perlu mendapat perhatian serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....