Kebiasaan Duduk Lama Tingkatkan Risiko Sakit

  • 14 Feb 2026 18:18 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado : Kebiasaan duduk terlalu lama kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama mereka yang bekerja di depan komputer atau sering menggunakan gawai. Tanpa disadari, aktivitas yang terlihat sepele ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keluhan otot hingga risiko penyakit kronis. Para ahli mengingatkan pentingnya mengatur waktu duduk dan memberi jeda gerak secara rutin agar tubuh tetap aktif dan fungsi organ tetap optimal. Berikut penjelasan lengkap mengenai dampak dan cara mengatasinya.

dikutip dari Alodokter.com, penyakit yang akan terjadi jika duduk terlalu lama meliputi perut buncit, trombosis vena dalam (penggumpalan darah pada pembuluh darah vena bagian dalam), obesitas, osteoporosis, diabetes, kanker. Diluar dari itu, Duduk dalam waktu lama terbukti dapat memperlambat metabolisme tubuh dan menurunkan kemampuan otot dalam membakar gula serta lemak. Kondisi ini membuat risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung meningkat jika berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik. Selain itu, posisi duduk statis juga sering memicu nyeri punggung, kaku leher, dan gangguan postur tubuh akibat tekanan berkepanjangan pada tulang belakang.

Dengan meningkatnya pola hidup sedentari di era digital, kesadaran untuk lebih sering bergerak menjadi kunci menjaga kesehatan jangka panjang. Mengurangi durasi duduk dan menyisipkan aktivitas fisik ringan di sela rutinitas bukanlah hal sulit, namun perlu komitmen. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberi dampak besar bagi kebugaran tubuh, sehingga produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....