Gaya Hidup Tak Sehat Picu Gangguan Mata

  • 03 Feb 2026 18:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kesehatan mata kerap kali terabaikan di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Padahal, mata memiliki peran vital dalam menunjang hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati keindahan dunia. Sayangnya, tanpa disadari, banyak orang justru melakukan berbagai kebiasaan sepele yang dapat merusak kesehatan mata dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Seperti dikutip dari laman polri.go.id terdapat sejumlah kebiasaan sehari-hari yang berpotensi merusak mata, antara lain menatap layar gadget terlalu lama, mengucek mata, merokok, serta jarang menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah sinar matahari. Selain itu, perilaku lain seperti membaca di tempat gelap, memakai lensa kontak saat tidur, kurang tidur, hingga jarang memeriksakan mata juga dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari iritasi, mata kering, hingga risiko kebutaan di kemudian hari.

Mata sering disebut sebagai jendela dunia. Ungkapan ini bukan sekadar kiasan, melainkan sebuah fakta. Melalui mata, manusia dapat melihat, memahami, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Namun ironisnya, justru mata menjadi salah satu organ tubuh yang paling sering diabaikan kesehatannya.

Salah satu kebiasaan yang paling umum dan sulit dihindari adalah menatap layar gadget terlalu lama. Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas dilakukan di depan layar, baik komputer, laptop, maupun ponsel pintar. Tanpa disadari, seseorang bisa menghabiskan lebih dari delapan jam per hari menatap layar. Kondisi ini dapat menyebabkan mata kering, tegang, hingga penglihatan buram, yang dikenal dengan istilah digital eye strain.

Saat menatap layar, frekuensi berkedip manusia menurun drastis. Idealnya, mata berkedip sekitar satu kali setiap empat detik. Namun saat menggunakan komputer atau ponsel, seseorang hanya berkedip setiap delapan hingga sepuluh detik. Padahal, berkedip berfungsi menjaga kelembapan mata. Akibatnya, mata menjadi kering dan mudah lelah. Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat disarankan membatasi waktu layar, beristirahat secara berkala, serta menggunakan kacamata pelindung sinar biru.

Kebiasaan lain yang tak kalah berbahaya adalah merokok. Selain berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara umum, merokok juga meningkatkan risiko gangguan mata, seperti Age-related Macular Degeneration (AMD) yang dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kehilangan penglihatan permanen.

Tak banyak yang menyadari bahwa penggunaan obat tetes mata secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah. Meski memberikan efek lega sementara, penggunaan yang terlalu sering justru dapat mengiritasi mata. Perlu diingat, obat tetes mata tanpa resep umumnya hanya mengurangi kemerahan, bukan memperbaiki kesehatan mata secara menyeluruh.

Selain itu, tidak memakai kacamata hitam (sunglasses) saat berada di bawah terik matahari juga menjadi kebiasaan merusak mata. Paparan radiasi ultraviolet (UV) dapat merusak kornea, lensa, dan jaringan permukaan mata. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan katarak, AMD, hingga tumor mata. Bahkan, mata juga bisa mengalami sengatan matahari parah yang dikenal sebagai fotokeratitis. Oleh karena itu, penggunaan kacamata hitam saat cuaca terik sangat dianjurkan.

Faktor lain yang turut memengaruhi kesehatan mata adalah pola makan yang buruk. Kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin E, seng, dan asam lemak omega-3 dapat mengganggu fungsi mata. Konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, serta makanan laut sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan mata. Sebaliknya, makanan tinggi garam sebaiknya dibatasi karena dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada mata.

Bagi sebagian orang, penggunaan riasan mata yang tidak tepat juga menjadi risiko tersendiri. Produk seperti eyeliner, eye shadow, maskara, hingga krim mata dapat berbahaya jika digunakan terlalu dekat dengan garis bulu mata. Hal ini dapat menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata dan memicu iritasi. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menggunakan make up di area mata sangat diperlukan.

Kebiasaan kurang tidur juga berdampak langsung pada kesehatan mata. Mata yang kurang istirahat dapat mengalami kedutan, mata kering, nyeri, hingga pandangan kabur. Idealnya, seseorang tidur setidaknya tujuh jam setiap malam dan menghindari penggunaan ponsel sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.

Sementara itu, tidur dengan lensa kontak masih sering dilakukan meski berisiko tinggi. Saat tidur, mata membutuhkan oksigen, namun penggunaan lensa kontak dapat menghambat pasokan oksigen tersebut. Akibatnya, mata bisa menjadi merah, iritasi, gatal, bahkan rentan terhadap infeksi.

Kebiasaan lain yang kerap diabaikan adalah kurang minum air putih. Dehidrasi dapat mengurangi produksi air mata dan menyebabkan mata terasa kering serta lelah. Dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, ketegangan mata dapat berkurang dan kesehatan mata lebih terjaga.

Yang paling sering diabaikan adalah tidak melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Padahal, beberapa gangguan mata serius seperti glaukoma atau degenerasi makula sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan mata secara berkala menjadi kunci untuk deteksi dini dan pencegahan gangguan yang lebih parah.

Mata memang berukuran kecil, namun perannya sangat besar dalam kehidupan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Jangan menunggu hingga penglihatan terganggu atau mata terasa sakit untuk mulai peduli. Mulailah dari kebiasaan-kebiasaan kecil, karena menjaga mata berarti menjaga kualitas hidup.

(Lidya Saweho)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....