Kasus Super Flu Meningkat Tajam Awal Tahun 2026

  • 31 Jan 2026 06:47 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Peningkatan kasus flu dengan tingkat keparahan tinggi terjadi di Indonesia pada awal 2026. Dikutip dari rsannamedika.co.id, banyak pasien mengalami demam tinggi selama beberapa hari, batuk berkepanjangan, kelelahan ekstrem, serta nyeri tubuh yang mengganggu aktivitas. Suhu tubuh penderita dilaporkan dapat mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius, lebih tinggi dibandingkan flu musiman.

Istilah “Super Flu” digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan kondisi ini, meskipun tidak termasuk istilah medis resmi. Tidak ada penetapan khusus dari otoritas kesehatan nasional maupun internasional. Sebutan tersebut muncul karena gejala yang dirasakan lebih berat dan masa penyembuhan yang lebih lama dari influenza biasa.

Dari sisi medis, kondisi ini dikaitkan dengan virus influenza A subvarian H3N2 subclade K. Varian tersebut pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan teridentifikasi masuk ke Indonesia pada periode yang sama. Lonjakan kasus mulai terlihat jelas sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Virus ini merupakan hasil mutasi alami influenza A dengan kemampuan penularan yang lebih cepat.

Data Kementerian Kesehatan hingga Desember 2025 mencatat 62 kasus terkonfirmasi di delapan provinsi. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan laporan kasus terbanyak. Namun, jumlah tersebut diperkirakan belum mencerminkan kondisi sebenarnya.

Terbatasnya pemeriksaan laboratorium lanjutan dan kecenderungan diagnosis sebagai flu biasa menyebabkan banyak kasus tidak tercatat. Oleh karena itu, potensi penyebaran Super Flu di masyarakat diperkirakan lebih luas dari angka resmi yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....