Kurang Serat Bisa Ganggu Kesehatan Otak
- 28 Jan 2026 17:40 WIB
- Manado
KBRN, Manado : Banyak anak muda fokus ke makanan yang praktis dan cepat, tapi sering lupa memperhatikan kandungan gizinya. Padahal, salah satu nutrisi penting yang sering kurang dikonsumsi adalah serat. Serat tidak hanya penting untuk pencernaan, tapi juga punya peran besar dalam menjaga kesehatan otak dan daya pikir.
Menurut para ahli yang dikutip dari bbc.com, serat membantu bakteri baik di dalam usus bekerja dengan optimal. Saat bakteri ini mencerna serat, tubuh menghasilkan zat bernama butirat. Zat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan usus dan melindungi otak dari peradangan. Hubungan antara usus dan otak dikenal sebagai gut-brain axis. Jika usus sehat, sinyal ke otak juga berjalan lebih baik. Karena itu, pola makan tinggi serat dinilai dapat membantu menjaga daya ingat, fokus, dan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi serat memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Selain itu, asupan serat yang cukup juga dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan kemampuan berpikir yang lebih baik.
Serat banyak ditemukan dalam makanan seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan polong-polongan. Sayangnya, sebagian besar orang masih belum memenuhi kebutuhan serat harian. Banyak orang hanya mengonsumsi setengah dari jumlah serat yang seharusnya dibutuhkan tubuh.Menambah serat sebenarnya tidak sulit. Cukup mulai dari langkah kecil, seperti menambahkan buah dan sayur di setiap waktu makan, memilih roti atau nasi dari biji-bijian utuh, serta mengganti camilan manis dengan kacang atau buah. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak sejak usia muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....