Sering Buang Angin Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan
- 28 Jan 2026 17:21 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado- Buang angin merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Namun, jika terjadi terlalu sering dan disertai gejala lain, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Dikutip dari laman hellosehat.com, ada berbagai penyebab seseorang sering kentut,dari kebiasaan makan hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa contohnya:
1.Menelan udara
Sangat sulit untuk tidak menelan udara saat Anda sedang makan dan minum. Hal ini sangatlah wajar. Meski demikian, kebiasaan makan terlalu cepat atau makan sambil berbicara bisa membuat Anda menelan udara secara berlebihan. Selain itu, udara dapat memasuki saluran pencernaan saat Anda melakukan aktivitas lain, seperti mengunyah permen karet,merokok, mengemut pulpen, dan minum minuman berkarbonasi
2.Konsumsi makanan tinggi serat
Anda bisa kentut berlebihan setelah makan banyak makanan tinggi serat. Ini lantaran tubuh tidak dapat menyerap serat seperti halnya zat gizi lain. Serat justru bergerak dalam saluran pencernaan dan menjadi makanan bagi bakteri usus.Proses penguraian serat oleh bakteri usus dapat menghasilkan gas berlebihan.
Selain membuat perut kembung dan tidak nyaman, gas ini biasanya berbau tidak sedap karena mengandung hidrogen sulfida, metana, dan amonia.
3.Aktivitas bakteri usus
Usus merupakan habitat bagi triliunan bakteri yang membantu proses pencernaan dengan cara memfermentasi makanan yang Anda konsumsi.Proses ini menghasilkan gas yang bisa bertambah banyak ketika Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu.
Terkadang, sebagian gas dari usus dapat terserap ke dalam aliran darah dan keluar melalui paru-paru. Sementara itu, gas yang tidak keluar melalui paru-paru akan keluar melalui anus sehingga menjadi penyebab seseorang sering kentut.
4.Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna gula dalam susu yang disebut laktosa. Masuknya laktosa ke dalam sistem pencernaan justru dapat menyebabkan produksi gas berlebih, diare, dan kentut berlebihan.Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya,tapi gejalanya bisa sangat mengganggu.
Cara mengatasinya ialah dengan membatasi asupan susu sapi dan produk-produknya. Anda juga dapat mengganti susu sapi dengan susu alternatif bebas laktosa.
5.Intoleransi terhadap makanan FODMAP
FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols) merupakan kelompok makanan yang mengandung karbohidrat rantai pendek. Makanan ini sulit dicerna pleh usus halus dan dapat memicu gangguan pencernaan.
Gejala utama intoleransi FODMAP adalah kentut yang berlebihan. Selain itu, banyak orang mengalami perut kram, perut kembung, diare, dan sembelit.Jika anda sensitif terhadap kelompok makanan ini,ada baiknya anda membatasinya lewat diet rendah FODMAP.
6.Sembelit
Susah buang air besar alias sembelit juga kerap menjadi penyebab seseorang sering kentut.Pasalnya, feses yang lama terjebak dalam usus besar akan terus mengalami fermentasi dan melepaskan gas berlebih. Dari waktu ke waktu, gas terus menumpuk sehingga membuat Anda kentut lebih sering dari biasanya,namun, jika gas terjebak dalam usus, kondisi ini juga bisa menimbulkan efek sebaliknya. Anda mungkin malah kesulitan kentut dan BAB sekaligus.
7.Penyakit celic
Orang yang memiliki penyakit celiac tidak dapat mencerna protein dalam gandum yang disebut gluten. Apabila penderita penyakit celiac mengonsumsi gluten sistem imunnya akan menyerang protein ini dan memicu peradangan pada usus.
Peradangan dapat merusak jonjot usus dan lama-kelamaan menyebabkan gangguan penyerapan gizi (malabsorpsi).Selain kentut yang berlebihan, penyakit celiac memiliki gejala umum berupa perut kembung, diare, feses pucat, dan feses berlemak.
8.Sindrom iritasi usus (IBS)
Sindrom iritasi usus merupakan kondisi yang menjadi penyebab sejumlah gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sering kentut, dan diare. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari genetik hingga gangguan gerak usus. Sejauh ini, tak ada obat untuk menyembuhkan IBS
Akan tetapi, Anda dapat mencegah kekambuhan dengan menghindari makanan pemicu IBS , menyesuaikan pola makan, dan meminum obat-obatan sesuai anjuran dokter
9.Penyakit refluks asam lambung (GERD)
Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Apabila kondisi ini terjadi berulang kali dalam sepekan, Anda mungkin mengalami penyakit refluks asam lambung (GERD).
GERD terkadang membuat Anda lebih banyak bersendawa atau menelan. Kebiasaan ini akan meningkatkan banyaknya udara yang Anda telan. Lambat laun, gas menumpuk dalam saluran pencernaan dan menjadi penyebab Anda sering kentut.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan menjaga pola makan seimbang, menghindari makanan pemicu gas berlebih, makan secara perlahan, serta mengelola stres. “Jangan malu membicarakan masalah pencernaan dengan tenaga medis. Deteksi dini bisa mencegah kondisi yang lebih serius,” tambah ahli tersebut.
Buang angin memang hal wajar, namun ketika frekuensinya tidak biasa, tubuh mungkin sedang mencoba menyampaikan pesan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....