Mata Belekan, Dari Alergi hingga Infeksi Perlu Diwaspadai

  • 03 Jan 2026 11:53 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Mata belekan merupakan kondisi umum yang sering dialami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Namun, jika terjadi terus-menerus dan disertai keluhan lain, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada mata.

Belekan adalah kotoran mata berbentuk lendir lengket atau kerak yang umumnya berwarna kuning kehijauan. Seperti dikutip dari laman polri.go.id kotoran mata merupakan bagian dari sistem pertahanan alami tubuh yang berfungsi mengeluarkan zat asing sekaligus menjaga kelembapan mata. Belek normal biasanya muncul saat bangun tidur akibat penumpukan lendir, minyak, air mata, dan sel kulit mati selama tidur.

Namun, belekan dinilai tidak normal apabila disertai gejala seperti mata merah, gatal, nyeri, bengkak, penglihatan kabur, atau keluarnya cairan kental. Kondisi tersebut dapat membuat mata terasa berpasir dan tidak nyaman karena merupakan respons tubuh terhadap infeksi, iritasi, atau alergen.

Pada anak-anak dan bayi, mata belekan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah penyumbatan saluran air mata, yang membuat cairan mata tidak mengalir dengan baik sehingga menumpuk dan menyebabkan mata terus berair. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, paparan debu atau kotoran juga dapat memicu produksi lendir berlebih sebagai mekanisme perlindungan mata. Lendir tersebut membantu mengeluarkan benda asing sekaligus mencegah mata menjadi kering.

Penyebab lain yang cukup umum adalah konjungtivitis, yaitu peradangan pada selaput bening mata akibat infeksi virus, bakteri, atau alergi. Kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, bengkak, terasa nyeri, dan mengeluarkan lendir kental berwarna putih, kekuningan, hingga kehijauan, sehingga mata tampak seperti tertutup rapat.

Bintitan juga dapat menimbulkan belekan kental disertai benjolan pada kelopak mata, rasa nyeri, dan mata berair. Risiko infeksi akan meningkat jika benjolan sering diucek atau dipencet. Sementara itu, mata kering terjadi ketika keseimbangan komponen air mata terganggu. Tubuh akan menghasilkan air mata darurat dengan kandungan lendir lebih banyak, sehingga memicu terbentuknya belek yang berkerak.

Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah keratitis, yaitu infeksi pada kornea mata akibat virus, bakteri, jamur, atau parasit. Keratitis dapat menyebabkan mata belekan, nyeri, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan kabur, dan lebih berisiko pada anak yang menggunakan lensa kontak tanpa menjaga kebersihannya.

Belekan menjadi tanda bahaya apabila disertai mata sakit hebat, penglihatan kabur, atau kesulitan membuka mata. Jika gejala tersebut muncul, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke tenaga medis. Dengan mengetahui penyebab mata belekan, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kesehatan mata dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....