Gangguan Hati : Penyebab, Jenis Dan Cara Mengatasinya
- 22 Nov 2025 14:28 WIB
- Manado
KBRN, Manado : Gangguan hati dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari inveksi virus hingga gaya hidup tidak sehat. Fungsi hati yang terganggu bisa berdampak pada terganggunya fungsi organ tubuh lainnya. Deteksi dini dan penanganan yang tepat perlu dilakukan guna mencegah resiko komplikasi yang bersifat serius.
Mengutip laman Alodokter.com bahwa hati ( liver ) merupakan organ terbesar yang dimiliki manusia. Organ ini terletak di bagian kanan atas perut dan terlindungi oleh tulang rusuk serta diafragma. Fungsi hati sangatlah penting bagi tubuh, yaitu menetralisir racun, menghasilkan protein, hingga membantu proses pembekuan darah. Selain itu, hati juga berperan sebagai organ yang memproduksi empedu untuk proses pencernaan.
Sebagian besar gangguan hati tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala liver atau gangguan hati biasanya baru muncul ketika gangguan hati sudah memasuki tahap lanjut atau bahkan saat kondisi hati sudah rusak parah.
Ada beberapa gejala yang dapat muncul akibat gangguan hati, diantaranya :
1. Warna kulit dan mata menjadi kuning
2. Kulit terasa gatal dan memar
3. Cepat lelah
4. Urine berwarna gelap
5. Feses berwarna pucat
6. Perut bengkak dan nyeri
7. Pusing dan muntah
8. Nafsu makan hilang
9. Kaki dan pergelangan bengkak
Gangguan hati dapat disebabkan beberapa faktor, yaitu :
1. Infeksi virus hepatitis A, B , C, dan E
2. Penularan virus hepatitis B dan C dari ibu yang menderita infeksi kedua virus tersebut kepada janinnya.
3. Kelainna Genetik
4. Kanker
5. Penimbunan lemak atau perlemakkan hati.
6. Gangguan sistem imun
Gangguan hati juga dapat dipicu oleh penyakit, lingkungan dan pola hidup tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seseorang menderita gangguan hati :
1. Menggunakan jarum suntik untuk narkoba secara bergantian
2. Melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau sering berganti pasangan
3. Menggunakan jarum tindik atau jarum tato yang tidak steril
4. Melakukan kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita hepatitis.
5. Mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan
6. Memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol.
7. Mengonsumsi suplemen atau obat herbal, seperti pegagan, dan daun kenikir, dalam dosis tinggi
8. Mengalami obesitas
9. Menderita diabetes tipe 2
Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Jenis-jenis gangguan hati tersebut meliputi :
1. Penyakit kuning
Di Indonesia, kondisi kulit dan mata yang menguning dikenal dengan penyakit kuning. Padahal kondisi ini sebenarnya merupakan gejala dari gangguan hati. Penyakit ini disebabkan oleh kadar bilirubin ( pigmen empedu ) dalam aliran darah yang melebihi batas normal. Tingkat bilirubin menjadi tinggi karena adanya kelainan sel atau peradangan pada hati.
2. Kolestasis
Kolestasis terjadi ketika aliran cairan empedu dari hati berkurang atau tersumbat. Cairan empedu dihasilkan hati guna membantu proses pencernaan. Aliran empedu yang terhambat ini dapat menyebabkan penumpukan bilirubin dan memicu penyakit kuning.
3. Sirosis
Sirosi merupakan kondisi terbentuknya luka atau jaringan parut di hati yang bersifat kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang sulit diobati dan memicu kegagalan hati. Kebiasaan minum minuman beralkohol dan infeksi virus hepatitis merupakan penyebab paling umum sirosis.
4. Hepatitis A
Penyakitn ini disebabkan oleh virus hepatitis A yang dapat menyebabkan peradangan hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air dan makanan yang terkontaminasi virus tersebut. Kontak fisik dengan penderita melalui hubungan seks juga dapat meningkatkan resiko tertular hepatitis A.
5. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh atau luka yang terbuka. Ibu hamil yang menderita hepatitis B juga dapat menularkannya ke janin dalam kandungan, hati yang terinfeksi virus hepatitis B juga dapat menularkannya ke janin dalam kandungan. Hati yang terinfeksi virus hepatitis B akan mengalami luka, kegagalan hati, dan bahkan kanker jika tidak ditangani secepatnya.
6. Hepatitis C
Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat menyebabkan organ hati mengalami pembengakakan. Hepatitis C yang bersifat kronis bisa mengakibatkan sirosi, kegagalan hati dan kanker hati.
7. Perlemakan Hati
Sesuai dengan namanya karakteristik penyakit fatty liver ditandai dengan terlalu banyak lemak yang tersimpan dalam hati. Akibatnya hati mengalami peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan parut permanen. Pada kondisi kronis, hati beresiko mengalami sirosis dan memicu kegagalan hati. Perlemakan hati ini bisa dipicu oleh konsumsi muniman keras atau sebab lain seperti diabetes dan obesitas.
8. Kanker Hati
Kanker hati terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak terkendali. Dalam beberapa kasus, infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C bisa menyebabkan kanker hati. Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan, ganggua hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau racun, dan kelainan genetik.
Pengobatan gangguan hati tergantung pada jenis penyakitnya. Beberapa gangguan hati atau penyakit liver dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, menurunkan berat badan, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
// RIEKE MAMUAJA //
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....