Kenali Bahaya Self-Criticism Berlebihan
- 26 Agt 2025 22:16 WIB
- Manado
Pernah merasa semua yang kamu lakukan selalu kurang? Atau sering menyalahkan diri sendiri bahkan untuk kesalahan kecil? Mungkin kamu sedang mengalami self-criticism berlebihan. Kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk perfeksionisme atau motivasi untuk menjadi lebih baik. Namun, tanpa disadari, terlalu keras pada diri sendiri justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Dari rasa rendah diri hingga risiko depresi, self-criticism bukan sekadar "standar tinggi", tapi bisa jadi sinyal bahaya yang perlu diwaspadai.
Di kutip dari Science Direct, self‑criticism merupakan faktor risiko untuk berbagai kondisi kejiwaan, termasuk PTSD, depresi, gangguan makan, serta kecenderungan bunuh diri dan perilaku menyakiti diri sendiri. Sedangkan Psychology today menyebut ada beberapa tanda bahwa seseorang sedang mengalami self-criticism berlebihan seperti selalu meras salah disegala sitausi negative, merendahkan diri sendiri, sering menghindari pengambilan resiko, sering menghindari untuk mengungkapkan pendapat, tidak pernah puas dengan pencapaian, dan memiliki standar yang tinggi.
Meskipun sering tidak disadari, self-criticism berlebihan bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental. Sikap terlalu keras terhadap diri sendiri bukan hanya menurunkan rasa percaya diri, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan kelelahan emosional. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menghambat proses pemulihan dan memperburuk kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mulai membangun self-compassion—belas kasih terhadap diri sendiri—dan mencari bantuan profesional jika kritik diri sudah mengganggu keseharian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....