Air Bersih di Indonesia Semakin Sulit Diakses

  • 20 Agt 2025 17:46 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Ketersediaan air bersih di Indonesia kian menjadi persoalan serius. Meski negeri ini dikenal memiliki sumber daya air yang melimpah, faktanya sekitar 28 juta warga masih kesulitan mengakses air minum layak setiap hari. Rendahnya cakupan layanan perpipaan, pencemaran sumber daya air, hingga perubahan iklim memperburuk kondisi ini.

Para pakar memperingatkan, jika tidak segera ditangani, Indonesia berpotensi menghadapi krisis air bersih yang lebih parah pada 2045, sebuah ironi di tengah perayaan 80 tahun kemerdekaan bangsa.

Data Bappenas mencatat, pemanfaatan air di Indonesia masih didominasi oleh sektor pertanian yang menyerap lebih dari 80% pasokan. Sementara itu, penggunaan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri sering kali terhambat oleh keterbatasan infrastruktur serta kualitas air yang menurun akibat pencemaran sungai dan air tanah.

Menurut laporan World Resources Institute (WRI), lebih dari 50% daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia dalam kondisi kritis. Kondisi ini diperburuk dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang memicu lonjakan kebutuhan air bersih. Di sisi lain, Kementerian PUPR mengakui target akses air minum layak 100% pada 2030 masih sulit tercapai jika investasi infrastruktur tidak ditingkatkan secara signifikan.

BNPB juga mencatat bahwa kekeringan akibat perubahan iklim membuat jutaan warga di Jawa, NTT, dan Sulawesi kesulitan mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. Sebagai respons, pemerintah tengah mempercepat pembangunan bendungan, sistem penyediaan air minum (SPAM), dan program air minum berbasis masyarakat.

Meski begitu, sejumlah pengamat menekankan bahwa kebijakan jangka panjang dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mengatasi persoalan ini. Tanpa itu, ancaman krisis air bersih bukan hanya soal kesehatan, tapi juga menyangkut ketahanan pangan dan stabilitas sosial di masa depan.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....