Autofagi Mekanisme Pembersihan Diri Bantu Perpanjang Usia

  • 29 Jun 2025 08:03 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Autofagi, sebuah proses biologis alami dalam tubuh manusia, kini semakin menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat umum karena manfaatnya dalam menjaga kesehatan dan memperpanjang usia. Istilah yang berasal dari bahasa Yunani "auto" (diri) dan "phagy" (memakan) ini merujuk pada proses ketika sel-sel tubuh "memakan" dan mendaur ulang komponen rusak atau tidak berguna.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa autofagi berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, hingga kanker. Proses ini membantu membersihkan sel dari protein abnormal dan organel yang rusak, sehingga menjaga keseimbangan sel dan fungsi organ tubuh.

Dikutip dari halodoc.com, Autofagi adalah proses daur ulang yang memanfaatkan sumber daya sel yang sudah ada secara maksimal. Prosesnya meningkat ketika sel-sel kekurangan nutrisi atau oksigen, sehingga tubuh harus memanfaatkan sumber daya yang sudah ada sebaik mungkin, karena sel tidak mendapatkan energinya dari sumber luar.

Dengan autofagi, sel pada dasarnya memakan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Hasilnya adalah proses bertahan hidup ini dapat menghasilkan sel yang bekerja lebih efisien.

Apa yang menyebabkan proses Autofagi?

Proses autofagi sebenarnya terjadi secara alami dalam tubuh. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa mempercepat proses detoks ini:

1.Puasa

Puasa adalah cara paling efektif untuk memicu proses autofagi. Ketika puasa tubuh tidak mendapatkan asupan dan nutrisi apapun dalam waktu tertentu. Hal ini menyebabkan sel bekerja di bawah tekanan, dan memaksanya untuk membersihkan dan mendaur ulang sel yang rusak agar dapat berfungsi kembali.

2.Membatasi Kalori

Membatasi kalori berarti mengurangi jumlah energi dalam tubuh. Hal ini memaksa sel melakukan proses autofagi untuk menggantikan nutrisi yang hilang.

3.Melakukan Diet Keto

Diet keto dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Diet ini dapat mengubah cara tubuh membakar energi, sehingga alih-alih membakar karbohidrat atau gula untuk energi, tubuh justru membakar lemak. Melakukan diet ini dapat memicu autofagi.

4.Olahraga

Olahraga juga menempatkan sel-sel tubuh di bawah tekanan. Saat berolahraga, komponen sel menjadi rusak dan meradang. Dalam merespons masalah ini, sel akan melakukan proses autofagi. Olahraga dapat menyebabkan autofagi, tergantung pada jenis olahraga dan intensitasnya.

Manfaat Autofagi bagi kesehatan tubuh

1.Umur Panjang

Sebuah studi tahun 2019 terhadap 11 orang pengidap obesitas membandingkan efek diet intermittent fasting dengan pola makan normal. Para peneliti menemukan bahwa orang yang melakukan intermittent fasting lebih berpotensi memiliki harapan hidup yang panjang, termasuk peningkatan 22 persen gen autofagi LC3A, setelah melakukannya hanya empat hari.

2.Mengurangi Peradangan

Peradangan adalah akar untuk berbagai penyakit kronis seperti kanker, jantung, dan gangguan neurodegeneratif. Sebuah studi pada tahun 2019 menemukan, puasa meredakan peradangan dengan mengurangi keberadaan sel inflamasi yang bernama “monosit”.

3.Mendukung Kesehatan Jantung

Studi pada tahun 2021 yang melihat hubungan antara autofagi dan kesehatan jantung menunjukkan, autofagi dapat mengembalikan dan mencegah kerusakan pembuluh darah yang terkait dengan penuaan dan penyakit kardiovaskular.Para peneliti mengidentifikasi bahwa autofagi mendukung kesehatan jantung melalui berbagai mekanisme.Contohnya dengan menghilangkan puing-puing yang menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, dengan memobilisasi lemak yang disimpan di hati dan di tubuh ke dalam molekul energi keton yang kuat.

Dengan pemahaman yang makin berkembang, autofagi kini bukan hanya sekadar fenomena biologis, tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....