Vasektomi: Kontrasepsi Permanen Pria yang Kini Banyak Dipilih
- 08 Jun 2025 04:49 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Vasektomi, atau pemotongan saluran sperma (vas deferens), semakin populer sebagai metode kontrasepsi jangka panjang bagi pria. Prosedur medis ini dirancang untuk menghasilkan sterilisasi yang efektif, aman, dan minim risiko.
Apa Itu Vasektomi?
Sebagaimana dikutip dari laman alodokter.com Vasektomi adalah operasi kecil yang dilakukan dengan bius lokal untuk memotong atau menutup saluran sperma sehingga ejakulasi tidak lagi mengandung sperma . Seperti yang dijelaskan di IDN Times:
“Vasektomi adalah prosedur bedah kecil untuk pria… Kehamilan hanya terjadi sekitar 1 dari 2.000 pasangan yang telah menjalani vasektomi”.
Dua Metode Utama
- Vasektomi Konvensional
Melibatkan pembuatan satu atau dua sayatan kecil di skrotum, vas deferens dipotong dan diikat atau dikaterisasi, lalu dibilas kembali serta dijahit. - No-Scalpel (Tanpa Pisau Bedah)
Metode minimal invasif yang menggunakan alat khusus untuk menjepit dan menarik vas deferens melalui lubang kecil, tanpa jahitan besar . Halodoc menyebut bahwa teknik ini “lebih ringan rasa sakitnya dan berisiko lebih rendah” pascaoperasi
Prosedur dan Pemulihan
- Durasi: Biasanya berlangsung dalam 10–30 menit .
- Biaya medis: Dilakukan oleh dokter urolog, di klinik atau rumah sakit.
- Pemulihan:
- Istirahat 1–2 hari, aktivitas ringan setelah 2–3 hari .
- Kompres es dan pakaian dalam yang ketat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan .
- Hindari olahraga berat dan seks selama sekitar seminggu .
Keefektifan dan Risiko
- Efektivitas: Sangat tinggi — hanya sekitar 1 dari 2.000 wanita akan hamil setelah pasangan pria menjalani vasektomi .
- Komplikasi jarang: Bisa terjadi nyeri ringan, memar, infeksi, granuloma sperma, atau hidrokel (< 2%) .
- Efek Psikologis: Beberapa pria melaporkan tekanan emosional jika ingin punya anak setelah prosedur, meski secara fisik tidak mempengaruhi fungsi seksual .
Kebijakan & Akses di Indonesia
BKKBN menetapkan kriteria untuk pelaku vasektomi:
- Pria > 35 tahun
- Sudah memiliki minimal dua anak (anak kedua ≥5 tahun)
- Mendapat persetujuan istri dan informed consent
- Sehat secara medis
Meski legal dan bagian dari program KB, prosedur ini masih kurang populer dan sering terhambat stigma sosial .
Mengapa Memilih Vasektomi?
- Kontrasepsi Permanen – Alternatif terbaik bagi mereka yang sudah yakin tidak ingin anak lagi .
- Risk Minimization – Sekitar 99 % efektif, dengan efek samping ringan dan proses cepat .
- Tidak Mengganggu Fungsi Seksual – Ereksi, orgasme, dan ejakulasi tetap normal karena proses tidak mempengaruhi hormon testosteron .
Kesimpulan
Vasektomi adalah pilihan kontrasepsi pria yang efektif, minim risiko, dan tidak memengaruhi kualitas hidup seksual. Namun mengingat sifat permanennya, keputusan ini harus dibahas matang bersama pasangan dan ahli medis. Di Indonesia, kendala regulasi dan stigma menjadi tantangan yang masih perlu dihadapi.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....