Gagal Fokus: Tantangan Modern yang Semakin Umum
- 21 Mei 2025 23:10 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Pernah membuka ponsel untuk membalas pesan, tapi malah terjebak scrolling media sosial selama 30 menit? Atau tiba-tiba lupa tujuan saat membuka kulkas? Fenomena ini dikenal luas sebagai gagal fokus, dan semakin sering terjadi di era digital seperti sekarang.
Seperti dikutip dari laman www.health.harvard.edu menurut Harvard Health Publishing, gagal fokus terjadi saat otak kesulitan mempertahankan perhatian, sering kali akibat stres, kelelahan, atau terlalu banyak gangguan dari lingkungan sekitar. Artikel mereka berjudul Focus on Concentration menyebut bahwa multitasking, kurang tidur, dan kebiasaan mengecek notifikasi secara terus-menerus dapat menurunkan kemampuan otak untuk fokus secara signifikan.
Apa Penyebab Utamanya?
Berdasarkan wawasan dari psikolog dan penulis terkenal Daniel Goleman, dalam bukunya Focus: The Hidden Driver of Excellence, kemampuan fokus adalah seperti otot mental: bisa dilatih, tapi juga bisa melemah jika tidak digunakan. Ia menjelaskan bahwa perhatian kita sangat mudah terganggu di era digital, terutama karena banjir informasi dan tekanan untuk terus responsif.
Sementara itu, American Psychological Association (APA) dalam podcast Speaking of Psychology membahas bahwa penggunaan teknologi berlebihan menyebabkan attention span (rentang perhatian) kita terus menurun. Dr. Gloria Mark, peneliti perilaku digital, menyebut rata-rata seseorang hanya mampu fokus 47 detik sebelum berpindah tugas di depan komputer.
Tips Mengatasi Gagal Fokus:
- Gunakan teknik Pomodoro: Fokus 25 menit, istirahat 5 menit.
- Minimalkan gangguan digital: Nonaktifkan notifikasi aplikasi saat bekerja.
- Latih mindfulness: Latihan meditasi atau pernapasan selama 5–10 menit per hari.
- Tidur cukup dan minum air putih: Dua hal sederhana yang sangat memengaruhi konsentrasi.
- Single-tasking lebih baik daripada multitasking: Fokus menyelesaikan satu hal sebelum berpindah.
Kesimpulan
Gagal fokus bukan sekadar masalah pribadi atau kurang niat, tapi juga hasil dari gaya hidup dan lingkungan yang penuh distraksi. Berita baiknya: seperti otot tubuh, kemampuan fokus bisa dilatih dan ditingkatkan.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....