Lebih Bahaya Mana Vape Atau Rokok,Ini Penjelasannya

  • 28 Apr 2025 12:31 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Pertanyaan tentang mana yang lebih berbahaya antara vape (rokok elektrik) dan rokok konvensional terus menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Meski keduanya sama-sama mengandung nikotin, para ahli menyatakan bahwa perbedaan kandungan kimia dan cara penggunaannya membuat dampaknya terhadap kesehatan tidak bisa disamakan secara langsung.

Dikutip dari laman,rspondokindah.co.id menurut Consumer Advocates for Smoke Free Alternative,rokok elektrik sudah ada sejak tahun 1930.Beberapa tahun terakhir keberadaan rokok elektrik atau vape semakin menyita perhatian masyarakat.

Di Indonesia,vape juga mengundang sorotan,ada yang pro dan kontra.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan mengusulkan larangan penggunaan vape.Begitu pun Kementerian Kesehatan yang juga telah menentukan sikap untuk melarang konsumsi vape.

Secara umum,perbedaan utama antara vape dengan rokok konvensional adalah tembakau,rokok konvensional mengandung tembakau,sementara vape tidak.Namun,bukan berarti hal ini njadi tolok ukur bahwa rokok konvensional lebih berbahaya bagi tubuh dan vape atau rokok elektrik lebih aman.

Perlu diingat bahwa tembakau (bahan utama kandungan rokok/vape),bukanlah satu satunya penyebab kanker dan penyakit serius lainnya,ada banyak sekali kandungan didalam vape maupun rokok yang berdampak negatif untuk kesehatan.

Lebih berbahaya vape atau rokok?

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan,kanker paru,emfisema,penyakit jantung,dan penyakit serius lainnya umumnya berkembang setelah seseorang mengonsumsi rokok selama bertahun tahun.Sementara itu,berdasarkan laporan dari centers for disease control and prevention menemukan bukti bahwa vape dapat menyebabkan kejang dan kerusakan paru serius hanya setelah satu tahun mengonsumsinya atau bahkan kurang dari setahun.

Hingga saat ini tidak ada fakta yang membuktikan bahwa bahaya atau dampak vape,lebih rendah dibandingkan dengan rokok,seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com,berbagai penelitian terhadap rokok elektrik menunjukan hasil sebagai berikut:

1.Vape atau rokok elektrik diklaim mengandung zat berbahaya seperti Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA),Diethylene Glycol (DEG) dan karbon monoksida.

2.Penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar plasma nikotin secra signifikan setelah lima menit penggunaanya,Peningkatan nikotin ini menimbulkan efek kesenangan sementara diotak,yang membuat seseorang menjadi ketagihan atau ketergantungan.

3.Rokok elektrik ini juga meningkat kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara signifikan yang dapat mengganggu kesehatan.

4.Memiliki efek akut pada paru seperti pada rokok konvensional,yaitu kadar nitrit oksida udara,eskalasi menurun secara signifikandan tahanan jalan nafas meningkat signifikan.

Bahkan, salah satu bahaya vape atau rokok elektrik juga termasuk mendorong budaya merokok pada anak dan remaja.Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak, remaja,ibu hamil,dan wanita usia produktif mengisap rokok elektrik.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) 2018, prevalensi merokok pada remaja usia 10 sampai 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 1,9 persen dari 2013 (7,20 persen) ke 2018 (9,10 persen).Rokok elektrik atau rokok tembakau (konvensional) sama-sama berdampak buruk untuk kesehatan tubuh kita.Lebih baik jaga kesehatan dan perkuat imunitas tubuh kita dengan menjauhinya.

Apa yang lebih berbahaya rokok atau vape?,rokok dan vape keduanya berbahaya,namun rokok dianggap lebih berbahaya karena mengandung tar dan banyak bahan kimia beracun yang terkait langsung dengan kanker dan penyakit paru-paru. Vape mungkin memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa racun,tetapi masih mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang dapat merusak paru-paru dan jantung. Keduanya meningkatkan risiko masalah kesehatan serius, jadi yang terbaik adalah menghindari keduanya.

Apakah rokok elektrik lebih aman dari rokok?

Rokok elektrik mungkin lebih aman dibandingkan rokok tradisional karena tidak menghasilkan tar dan beberapa racun lainnya,namun tetap berbahaya karena mengandung nikotin dan bahan kimia yang dapat merusak paru-paru dan jantung.Meskipun risikonya mungkin lebih rendah, rokok elektrik tidak bisa dianggap sepenuhnya aman,dan penggunaan keduanya tetap berisiko bagi kesehatan.

Apa efek samping memakai vape?

Efek samping memakai vape termasuk iritasi tenggorokan dan paru-paru, batuk, mulut kering, pusing, dan mual. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, penyakit jantung, dan ketergantungan nikotin. Beberapa pengguna juga mengalami masalah pernapasan serius akibat cairan vape, yang dikenal sebagai EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury).Vape tidak sepenuhnya aman dan tetap beresiko bagi kesehatan.

Apakah ngevape bisa buat berhenti merokok?

Ngevape bisa membantu beberapa orang berhenti merokok dengan menyediakan alternatif yang kurang beracun, namun tidak semua berhasil.Vape masih mengandung nikotin, yang bisa mempertahankan ketergantungan.Pendekatan terbaik untuk berhenti merokok adalah melalui program berhenti merokok yang komprehensif, termasuk dukungan medis dan konseling.

Kesimpulan,Baik rokok maupun vape membawa risiko kesehatan yang signifikan.Rokok tembakau memiliki bukti kuat sebagai penyebab berbagai penyakit mematikan,sementara vape,meski belum terbukti seberbahaya rokok,tetap mengandung zat adiktif dan berpotensi merusak kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....