Skabies: Penyakit Kulit Menular yang Harus Diwaspadai
- 06 Mar 2025 15:50 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Skabies, atau yang lebih dikenal dengan nama kudis, merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh masuknya tungau kecil ke dalam lapisan kulit manusia. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat kuat dan mengganggu kenyamanan penderitanya.
Menurut Kementerian Kesehatan kemkes.go.id tungau yang menyebabkan skabies dikenal dengan nama Sarcoptes scabiei. Tungau ini sangat kecil dan dapat menggali terowongan di lapisan kulit untuk bertelur, sehingga menyebabkan gatal yang parah. Gatal biasanya lebih terasa pada malam hari dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Skabies tidak hanya menyerang hewan peliharaan, tetapi juga bisa menyerang manusia. Tungau betina Sarcoptes scabiei akan bertahan hidup selama 30-60 hari di dalam terowongan yang digalinya, terus memperluas area tersebut selama itu. Selama proses ini, reaksi alergi tubuh terhadap tungau, telur, dan kotoran yang ditinggalkan dapat memicu rasa gatal yang sangat mengganggu.
Penularan skabies terjadi melalui kontak fisik yang erat dan berbagi barang-barang pribadi, seperti pakaian dan tempat tidur, dengan individu yang terinfeksi. Oleh karena itu, faktor risiko yang meningkatkan penularan skabies termasuk hidup dalam lingkungan berkelompok dengan kepadatan tinggi, seperti panti asuhan, panti jompo, atau asrama, serta aktif berhubungan seksual. Keterbatasan pasokan air bersih dan kebersihan yang buruk juga menjadi faktor yang mendukung penularan penyakit ini. Penderita dengan sistem kekebalan tubuh rendah, seperti pada kasus HIV, lebih rentan terhadap infeksi skabies.
Gejala umum skabies meliputi gatal yang parah, terutama pada malam hari, serta munculnya galian kulit yang tipis dan tidak beraturan, yang dapat berbentuk luka atau benjolan. Galian ini biasanya muncul di area lipatan kulit, seperti antara jari-jari tangan, ketiak, pinggang, bagian dalam siku, dan telapak kaki. Pada bayi dan anak-anak yang lebih kecil, infeksi skabies dapat terlihat di area kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan telapak kaki.
Gejala skabies bisa muncul dalam beberapa hari setelah terinfeksi. Namun, pada individu yang belum pernah mengalami skabies, gejala baru bisa muncul setelah enam minggu terinfeksi. Perlu diingat bahwa skabies dapat menular meski penderitanya belum menunjukkan tanda atau gejala yang jelas.
Dengan meningkatnya kasus skabies, penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk segera mencari pengobatan jika mengalami gejala yang mencurigakan agar penularan dapat dicegah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....