6 Dampak Kekurangan Serat Pada Tubuh
- 24 Jan 2025 07:26 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Serat makanan memiliki peran penting untuk kesehatan, jika kekurangan tubuh akan menunjukkan tanda-tandanya. Mengutip Medicine Net, serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh Anda. Biasanya karbohidrat diubah menjadi gula setelah dicerna dalam tubuh, tetapi serat tidak.
Serat melewati sistem pencernaan Anda tanpa tercerna. Ini adalah elemen penting untuk menstabilkan gula darah dan mengendalikan rasa lapar. Serat juga berperan dalam sistem pencernaan.
Tanpa serat, sistem pencernaan Anda tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Setiap orang membutuhkan asupan serat dengan jumlah berbeda-beda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merekomendasikan asupan serat untuk orang dewasa di Indonesia sekitar 20-35 gram per hari.
Melansir dari laman halado, berikut tanda-tanda yang dirasakan jika seseorang kurang serat di dalam makanannya:
1. Sembelit
Jika kamu buang air besar (BAB) kurang dari tiga kali dalam seminggu, tekstur tinja keras dan kering, maka kamu sedang mengalami sembelit. Masalah sembelit dapat disebabkan oleh kurang serat. Namun, bisa juga karena kurang olahraga dan konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu.
2. Kenaikan Berat Badan
Perlu diketahui, serat berkontribusi pada rasa kenyang. Sementara itu rasa kenyang adalah perasaan nyaman yang kamu dapatkan setelah makan. Jika kamu sulit mendapatkan perasaan kenyang, maka kamu mungkin akan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Maka itu, cobalah untuk memenuhi rasa kenyang dengan mengonsumsi 25 hingga 35 gram serat setiap hari. Kandungan serat bisa kamu dapatkan dari buah segar, biji-bijian, dan sayuran.
3. Gula Darah Tidak Stabil
Jika seseorang mengidap diabetes dan sulit mengontrol gula darah, kemungkinan karena tubuh tidak mendapatkan cukup serat. Kandungan serat dapat menunda penyerapan gula, sehingga membantu tubuh mengontrol kadar gula darah. Untuk itu penting mengonsumsi buah, kacang, beras merah, dan makanan berserat tinggi lainnya.
4. Cepat Merasa Lelah
Mengonsumsi kalori terlalu tinggi (daging, telur, keju, dan sebagainya) dapat meningkatkan kolesterol. Namun, selain itu juga dapat membuat tubuh mual, lelah, dan lemah. Cobalah untuk meningkatkan asupan serat dalam makanan untuk mencegahnya.
5. Peningkatan Risiko Peradangan Tubuh
Peradangan kronis merupakan faktor risiko utama untuk beberapa penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kanker. Kurang serat dapat meningkatkan peradangan dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit kronis.
6. Sistem Imun Tubuh Melemah
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu tubuh melawan peradangan. Ia bekerja dengan memicu pertumbuhan bakteri baik yang mendukung sistem kekebalan gastrointestinal, yang dikenal juga sebagai jaringan limfoid usus.
Memperkuat sistem kekebalan di usus juga penting untuk mendukung kesehatan kekebalan tubuh secara keseluruhan dan melawan infeksi. Kamu mungkin pernah mendengar bahwa makanan probiotik, bakteri menguntungkan yang ditemukan dalam yoghurt, kimchi, dan kefir, bermanfaat untuk usus yang sehat.
Namun mengonsumsi makanan serat juga penting. Makanan probiotik, serat sehat yang dapat ditemukan dalam gandum, kenari, pisang, hingga kacang-kacangan, dapat menjaga usus tetap sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....