Dampak Begadang Membahayakan Kesehatan Anak
- 26 Nov 2024 20:52 WIB
- Manado
KBRN, Manado : Tidur memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh anak, seperti mendukung pertumbuhan, merangsang perkembangan otak, serta membantu memulihkan tubuh agar tetap optimal. Selain itu, tidur yang cukup juga memperbaiki sel-sel tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, kebiasaan tidur larut malam pada anak dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik dan mentalnya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan rekomendasi waktu tidur yang ideal untuk anak-anak dan remaja, termasuk waktu tidur siang, sebagai berikut:
- Usia 0-1 bulan: Bayi membutuhkan 14-18 jam tidur setiap hari.
- Usia 1-18 bulan: Anak-anak pada usia ini memerlukan 12-14 jam tidur, termasuk tidur siang, untuk mendukung perkembangan tubuh dan otak.
- Usia 3-6 tahun: Anak-anak yang mendekati usia sekolah butuh 11-13 jam tidur, termasuk tidur siang, agar tubuh dan otak berkembang optimal. Kurang tidur di usia ini bisa meningkatkan risiko obesitas.
- Usia 6-12 tahun: Anak-anak memerlukan 10 jam tidur setiap malam untuk mendukung konsentrasi belajar dan perkembangan perilaku.
- Usia 12-18 tahun: Remaja membutuhkan 8-9 jam tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan depresi, masalah fokus, dan penurunan prestasi sekolah.
- Usia 18-40 tahun: Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur per hari untuk menjaga kesehatan tubuh.
- Untuk lansia (60 tahun ke atas), kebutuhan tidur umumnya menurun, dengan durasi tidur yang ideal sekitar 6-7 jam per hari. Meskipun durasi tidur berkurang, kualitas tidur tetap penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan tubuh.
Oleh karena itu, akan ada efek yang negative ketika anak dibiarkan begadang atau tidur larut sesuai yang di kutip dari fimela.com :
1. Mengganggu Perkembangan Emosi
Kebiasaan begadang pada anak dapat mempengaruhi perkembangan emosinya. Anak yang kurang tidur cenderung lebih mudah lelah, sulit fokus, dan lebih hiperaktif.
2. Menghambat Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diproduksi saat tidur malam, terutama antara jam 11 malam hingga 2 pagi. Kekurangan tidur akan menghambat produksi hormon ini, yang pada akhirnya mengganggu proses pertumbuhan anak.
3. Prestasi Menurun
Kurang tidur dapat membuat anak mengantuk di sekolah, mempengaruhi konsentrasi, dan akhirnya menurunkan prestasinya dalam belajar.
4. Mudah Sakit
Tidur yang cukup membantu tubuh melepaskan sitokin yang mendukung sistem imun. Anak yang kurang tidur lebih rentan terhadap penyakit karena daya tahan tubuh yang menurun.
5. Rentan Terkena Penyakit Kronis
Kebiasaan kurang tidur pada anak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan, seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi. (Lidya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....