Fenomena Jam Koma Yang Lagi Trend DiKalangan Gen Z

  • 26 Okt 2024 18:24 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Banyaknya tugas yang harus diselesaikan,baik itu tugas disekolah,kampus ataupun ditempat kerja sering membuat kita kewalahan apalagi kalau kita dikejar deadline,pada akhirnya menuntut kita harus begadang dan hasilnya tidak fokus dan mengalami kelelahan kognitif dan ini banyak dialami oleh kalangan gen Z juga sehingga muncullah istilah baru “Jam Koma”.

Dikutip dari laman bloombergtechnoz.com,apa itu jam koma?, "Jam Koma" merujuk pada periode waktu di mana seseorang merasa sangat kelelahan, sehingga kehilangan kesadaran penuh terhadap tindakannya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Oslo Ibrahim, seorang kreator TikTok yang menjelaskan fenomena ini melalui akun @osloibrahim.Menurutnya, "Jam Koma" adalah momen ketika seseorang merasa sangat overwhelmed akibat kelelahan atau terlalu banyak berpikir, hingga melakukan hal-hal yang tidak disadari.

Beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang telah memasuki fase "Jam Koma" antara lain:

1.Pandangan Kosong

2.Sering melakukan kesalahan saat mengetik atau berbicara

3.Tidak mampu merespon percakapan dengan baik

4;Berlama lama melamun tanpa tujuan jelas

Ketika gejala-gejala tersebut mulai muncul, menurut Oslo, seseorang sedang mengalami "otak beku" dan perlu segera beristirahat atau mengonsumsi makanan dan minuman manis untuk mengembalikan energinya.

Mengapa Gen Z Sering Mengalami Jam Koma?

Jam Koma biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, yakni antara pukul 14.00 hingga 16.00, atau larut malam. Pada jam-jam ini, tubuh mengalami penurunan energi secara drastis, sehingga kemampuan untuk berkonsentrasi dan berpikir kritis menurun. Tidak heran jika banyak Gen Z yang merasakan kondisi ini, terutama anda yang memiliki aktivitas padat atau kurang istirahat.

Fenomena ini memiliki kemiripan dengan kondisi medis yang dikenal sebagai kelelahan kognitif. Kelelahan kognitif terjadi ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan berpikir akibat kelelahan mental yang berlebihan. Sama seperti kelelahan fisik, otak juga memerlukan waktu istirahat setelah digunakan secara intens.

Penyebab kelelahan kognitif (Jam Koma)

Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kelelahan kognitif dan "Jam Koma" adalah:

· Kurang tidur: Tidur yang cukup sangat penting untuk memulihkan fungsi otak. Kurangnya waktu tidur dapat mempercepat munculnya kelelahan mental.

· Stres: Tekanan emosional yang berlebihan bisa memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara optimal.

· Beban kerja yang berat: Terlalu banyak tugas yang memerlukan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan otak lelah.

· Multitasking: Melakukan banyak hal sekaligus membuat otak bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelelahan.

· Faktor lingkungan: Lingkungan kerja yang bising, pencahayaan yang buruk, dan kondisi fisik yang tidak nyaman juga dapat memperburuk kondisi ini.

· Nutrisi yang tidak seimbang: Asupan makanan yang buruk dan kurangnya nutrisi penting dapat mempengaruhi kinerja otak.

Cara mengatasi kelelahan kognitif (Jam Koma)

Untuk mengatasi "Jam Koma" atau kelelahan kognitif, penting bagi seseorang untuk memperhatikan sinyal-sinyal dari tubuhnya. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi kondisi ini:

1. Beristirahat sejenak: Ketika merasa terlalu lelah, ambil waktu untuk beristirahat. Istirahat singkat, seperti berjalan-jalan ringan atau meditasi, dapat membantu mengembalikan energi.

2. Konsumsi makanan dan minuman manis: Mengonsumsi makanan atau minuman manis seperti buah-buahan atau teh manis dapat membantu meningkatkan gula darah dan energi tubuh.

3. Tidur yang cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur berkualitas setidaknya 7-8 jam setiap malam.

4. Kurangi multitasking: Fokus pada satu tugas pada satu waktu untuk menghindari kelelahan mental.

5. Kendalikan stres: Praktikkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau olahraga untuk mengurangi stres.

6. Perbaiki lingkungan kerja: Pastikan ruangan tempat Anda bekerja memiliki pencahayaan yang baik, suasana yang tenang, dan kenyamanan yang optimal.

Fenomena "Jam Koma" yang viral di kalangan Gen Z merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh terhadap kelelahan fisik dan mental. Kondisi ini sangat mirip dengan kelelahan kognitif, di mana otak kehilangan kemampuannya untuk berpikir jernih dan fokus akibat kelelahan yang berlebihan. Meskipun "Jam Koma" belum diakui sebagai kondisi medis resmi, penting bagi anda untuk mengenali tanda-tanda awalnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjebak dalam kondisi yang lebih serius.

Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati,dengan menjaga pola hidup sehat, tidur yang cukup, serta mengelola stres dan beban kerja, anda dapat mencegah terjadinya "Jam Koma" dan menjaga kesehatan mental serta fisik secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....