Terlalu Sering Makan Mie Instan, Ini Dampaknya pada Anak

  • 06 Okt 2024 14:30 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Mie Instan menjadi makanan favorit bagi semua kalangan usia. Selain praktis mie instan juga dapat disajikan dengan tambahan menu lainnya sebagai pelengkap.

Namun, sering mengonsumsi mie Instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila dikonsumsi anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Dikutip dari Halodoc.com, berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada anak akibat terlalu sering mengonsumsi mie instan:

1. Kelebihan berat badan atau obesitas

Mie memiliki nutrisi yang rendah karena bahan utamanya hanya terbuat dari terigu dan tepung. Kedua bahan ini kemudian diolah melalui proses yang panjang sebelum pengemasan.

Terigu dan tepung tidak mengandung vitamin dan mineral penting bagi anak di masa pertumbuhannya. Sementara anak membutuhkan asupan tersebut untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengoptimalkan perkembangannya.

Di dalamnya juga mengandung tinggi kalori, karbohidrat dan lemak trans yang berdampak pada peningkatan berat badan anak. Risiko obesitas bisa terjadi jika anak mengonsumsi mie lebih dari satu bungkus setiap hari.

2. Menyebabkan gangguan pencernaan

Terlalu sering mengonsumsi mie instan bisa menghambat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh akibat kurangnya vitamin dan mineral untuk proses pertumbuhan. Akibatnya, anak bisa saja mengalami gangguan pencernaan.

Beberapa gejalanya meliputi susah buang air besar, kembung, diare hingga kebocoran pada usus. Jika sudah begitu, anak berisiko mengalami kekurangan gizi, dehidrasi, anemia (kurang darah) dan perdarahan di saluran pencernaan.

3. Kerusakan organ tubuh

Kandungan propylene glycol dalam mie berisiko menghambat perkembangan organ tubuh anak yang belum terbentuk sempurna. Propylene glycol adalah bahan kimia yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mie dalam kemasan.

Bahan kimia tersebut bisa menumpuk dan mengendap di dalam hati, jantung dan ginjal anak. Akibatnya, anak berisiko mengalami kerusakan jangka panjang pada organ-organ penting tersebut.

4. Menurunkan kesehatan organ vital tubuh

Dampak yang satu ini terjadi karena kadar sodium dalam jumlah tinggi untuk mengawetkan mie dalam kemasan. Akibatnya, sodium menurunkan kinerja organ tubuh, salah satunya ginjal.

Jika ginjal tidak dapat mengolah dan mengeluarkan sodium dari tubuh, maka metabolisme tubuh menjadi terganggu. Garam akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan naiknya tekanan darah.

Sodium juga bisa menumpuk pada pembuluh darah. Jika sudah begitu, tubuh akan mengalami gangguan metabolisme yang berujung pada penumpukan cairan, termasuk di otak. Kondisi ini memicu koma, kejang dan berujung pada kematian.

5. Kekurangan nutrisi penting

Meskipun mie instan dapat membuat kenyang, makanan ini sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat. Selain itu, makanan ini juga minim akan kandungan vitamin, mineral, protein, dan serat yang diperlukan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumen mie instan juga sering mengalami penurunan asupan protein, kalsium, vitamin C, fosfor, zat besi, niasin, dan vitamin A secara signifikan.

Pada anak-anak, konsumsi mie instan secara teratur dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Padahal, anak-anak memerlukan berbagai nutrisi tersebut untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

(Velky Meicun)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....