Memahami Vasektomi: Mitos dan Fakta tentang Sterilisasi Pria

  • 28 Sep 2024 09:09 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Vasektomi semakin dipandang sebagai solusi efektif dalam program keluarga berencana, khususnya bagi pria. Selama ini, kontrasepsi sering dianggap hanya untuk wanita, padahal pria juga memiliki opsi seperti kondom dan vasektomi. Menurut informasi dari bkkbn.go.id vasektomi adalah metode kontrasepsi yang aman dan dilakukan melalui prosedur bedah kecil.

Vasektomi, yang juga dikenal sebagai "sterilisasi pria," adalah prosedur bedah yang dirancang untuk memberikan kontrasepsi permanen. Metode ini cocok bagi pria yang tidak lagi ingin memiliki anak. Prosedur ini relatif membutuhkan waktu perawatan yang lebih singkat di rumah sakit.

Dalam pelaksanaannya, vasektomi dilakukan dengan melubangi buah zakar untuk mengakses vas deferens, yaitu tabung yang mengangkut sperma. Setelah itu, vas deferens dipotong dan kedua ujungnya diikat sebelum ditutup kembali dengan jahitan.

Penting untuk dicatat bahwa keputusan untuk menjalani vasektomi sebaiknya merupakan kesepakatan bersama dengan pasangan. Ini dikarenakan prosedur pembukaan kembali saluran sperma tidak selalu berhasil.

Kelebihan Vasektomi:

  1. Prosedur yang lebih sederhana dan terjangkau dibandingkan sterilisasi wanita.
  2. Efektif mencegah kehamilan hingga lebih dari 99%.
  3. Tidak mengganggu produksi hormon testosteron, sehingga tidak memengaruhi gairah seksual dan kemampuan ereksi.

Kekurangan Vasektomi:

  1. Memerlukan waktu 8-12 minggu untuk mencapai efektivitas maksimal.
  2. Menyebabkan kemandulan permanen, sehingga tidak cocok untuk pria yang masih ingin memiliki anak.
  3. Memiliki risiko efek samping seperti memar, bengkak, nyeri, dan infeksi setelah prosedur.
  4. Ada kemungkinan muncul granuloma sperma, yaitu benjolan keras akibat kebocoran sperma.
  5. Penumpukan sperma di testis dapat menyebabkan sensasi tekanan yang berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Masih banyak masyarakat yang salah memahami vasektomi, sering kali menganggapnya sama dengan kebiri. Padahal, keduanya sangat berbeda. Kebiri melibatkan pengangkatan kedua testis, sementara vasektomi adalah prosedur kecil yang tidak memengaruhi fungsi seksual.

Dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%, vasektomi merupakan pilihan yang sangat efektif untuk pengendalian kelahiran. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk mendiskusikan dan memahami konsekuensi dari prosedur ini sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....