Kesehatan Mental di tengah Perkembangan Era Digital
- 12 Sep 2026 21:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial kini menjadi bagian penting dalam komunikasi, pencarian informasi, hingga hiburan. Namun, di balik berbagai manfaatnya, penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan interaksi sosial di dunia nyata. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah psikologis, mulai dari kecemasan, stres, depresi, hingga kecanduan digital.
Seperti dikutip dari laman polri.go.id paparan terhadap kehidupan yang terlihat sempurna di media sosial dapat membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan perasaan tidak cukup baik. Selain itu, kebiasaan terus-menerus memeriksa media sosial juga dapat meningkatkan risiko kecanduan digital. Seseorang dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi pada kehidupan nyata dan merasa takut tertinggal informasi atau tren yang dikenal dengan istilah Fear of Missing Out atau FOMO.
Dampak lainnya adalah berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Terlalu fokus pada dunia maya dapat membuat komunikasi dengan keluarga dan teman menjadi berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat hubungan sosial menjadi kurang bermakna dan menghambat perkembangan keterampilan sosial, khususnya pada anak dan remaja. Media sosial juga dapat menjadi ruang terjadinya cyberbullying atau perundungan daring. Tekanan untuk selalu tampil sempurna di dunia maya dapat memberikan beban psikologis dan meningkatkan risiko gangguan kecemasan, bahkan gangguan pola makan. Karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak.
Masyarakat dianjurkan membatasi waktu penggunaan media sosial, memilih konten yang memberikan manfaat, serta beristirahat dari dunia maya ketika mulai merasa lelah secara mental. Interaksi secara langsung dengan keluarga dan teman juga perlu tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, kesehatan mental membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Sebagai bagian dari tenaga kesehatan, perawat jiwa memiliki peran dalam memberikan edukasi dan dukungan psikologis kepada masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental di era digital.
Literasi digital, pengaturan waktu layar, serta dukungan emosional dari keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental, terutama bagi anak dan remaja. Media sosial pada dasarnya memberikan banyak manfaat jika digunakan secara tepat. Namun, penggunaannya tetap perlu dikendalikan agar tidak justru mengganggu kesehatan mental dan hubungan sosial. Bijak menggunakan media sosial berarti memanfaatkan teknologi tanpa membiarkan teknologi mengendalikan kehidupan kita.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....