Teleskop Hubble Abadikan Awan Merah Menyala Berhias Bintang Biru

  • 05 Jul 2026 08:46 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Hubble menangkap gambar wilayah LH 95 di Awan Magellan Besar yang memperlihatkan bintang biru-putih berkilau di antara awan gas hidrogen merah.
  • Wilayah ini menjadi rumah bagi 2.500 bintang muda (pre-main-sequence) yang sedang bermutasi dan bersiap aktif melakukan fusi nuklir.
  • Studi di LH 95 membuktikan bahwa pembentukan bintang tidak terjadi dalam satu peristiwa tunggal, melainkan berlangsung dalam beberapa generasi selama jutaan tahun.

RRI.co.id, Manado - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali memukau dunia dengan merilis foto terbaru dari Teleskop Luar Angkasa Hubble. Foto tersebut memperlihatkan wilayah pembibitan bintang bernama LH 95 yang terletak di Awan Magellan Besar, sebuah galaksi kerdil yang mengorbit Bima Sakti. Dalam gambar tersebut, gugusan bintang berwarna biru dan putih tampak bersinar sangat kontras di balik latar belakang awan gas hidrogen yang menyala merah padam, mirip seperti kembang api yang baru saja meluncur di tengah kepulan asap.

Di dalam wilayah LH 95, bintang-bintang raksasa biru yang memiliki massa setidaknya tiga kali lipat dari matahari memancarkan radiasi ultraviolet dan angin bintang yang sangat kuat. Energi besar ini tidak hanya memanaskan, tetapi juga membentuk lekukan awan gas di sekitarnya. Sementara itu, filamen debu yang lebih padat dan gelap tampak bertahan dari kikisan angin bintang, menciptakan pemandangan visual yang dramatis dan penuh kontras bagi para astronom.

Satu hal yang membuat wilayah LH 95 begitu istimewa bagi para peneliti adalah keberadaan sekitar 2.500 bintang muda yang dikenal sebagai bintang pra-deret utama (pre-main-sequence stars). Bintang-bintang ini telah mengumpulkan hampir seluruh massa kritis mereka dari piringan gas di sekitarnya, namun belum sepenuhnya "menyala" karena belum memulai reaksi fusi nuklir di intinya. Melalui pengamatan intensif terhadap objek-objek ini, para astronom berhasil mengonfirmasi bahwa laju akumulasi materi bintang memang menurun seiring bertambahnya usia, namun proses penyerapan ini ternyata bisa bertahan hingga jutaan tahun—jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Data dari Hubble juga mengungkap fakta menarik bahwa pembentukan bintang di wilayah LH 95 tidak terjadi secara serentak dalam satu peristiwa tunggal. Sebaliknya, wilayah kosmik ini menghasilkan beberapa generasi bintang yang berbeda dalam rentang waktu yang panjang. Sebagai contoh, bintang paling masif di pusat LH 95 yang berukuran 60 hingga 70 kali massa matahari diketahui berusia satu juta tahun lebih muda dibandingkan bintang-bintang lain di sekitarnya yang rata-rata sudah berumur empat juta tahun. Bintang-bintang raksasa seperti ini biasanya akan menghabiskan bahan bakarnya dengan sangat cepat dan mengakhiri hidup mereka dalam ledakan supernova yang dahsyat.

Bagi komunitas astronomi global, LH 95 merupakan laboratorium alam yang sangat berharga. Wilayah ini memberikan kesempatan langka untuk mengamati proses kelahiran bintang dari jarak yang relatif dekat dengan gangguan debu kosmik yang jauh lebih sedikit dibandingkan wilayah serupa di galaksi Bima Sakti. Ke depan, temuan berharga dari Hubble ini akan terus diperdalam melalui kolaborasi dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb serta Teleskop Nancy Grace Roman yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....