Rayakan HUT ke-250 AS, Hubble Tangkap Foto Menakjubkan Kumpulan 500 Ribu Bintang
- 05 Jul 2026 08:43 WIB
- Manado
Poin Utama
- NASA merilis foto gugus bintang Messier 3 berisi 500.000 bintang merah, putih, dan biru untuk memperingati HUT ke-250 Amerika Serikat.
- Ditemukan sekitar 70 bintang blue straggler, yaitu bintang tua yang tampak muda karena menyerap massa dari bintang tetangganya.
- Karakteristik unik M3 diduga kuat berasal dari penggabungan dua gugus bintang kuno yang sempat "ditelan" oleh galaksi Bima Sakti.
RRI.CO.ID, Manado - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto terbaru dari Teleskop Luar Angkasa Hubble yang memperlihatkan gugus bintang Messier 3 (M3). Perilisan foto kosmik bernuansa merah, putih, dan biru ini sengaja disajikan bertepatan dengan momen perayaan hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Messier 3 sendiri merupakan salah satu gugus fungsi bola (globular cluster) paling masif di galaksi Bima Sakti, yang menampung lebih dari 500.000 bintang kuno yang terikat kuat oleh gravitasi alam semesta.
Selain ukurannya yang masif, Messier 3 sangat menarik perhatian para astronom karena memiliki lebih dari 240 bintang variabel RR Lyrae. Jumlah ini menjadi yang terbanyak yang pernah ditemukan di dalam satu gugus fungsi di galaksi kita. Sebagai salah satu objek tertua di galaksi, cahaya bintang-bintang ini berdenyut secara konsisten dari waktu ke waktu. Sifat unik tersebut membantu para ilmuwan untuk mengukur jarak absolut di luar angkasa, mirip seperti memperkirakan jarak sebuah mobil di malam hari hanya dengan melihat sorot lampu depannya.
Namun, hal yang paling membingungkan peneliti adalah keberadaan sekitar 70 kandidat bintang blue straggler. Berbeda dengan mayoritas penghuni M3 yang berwarna merah dan berusia tua, bintang-bintang aneh ini justru bersinar biru terang layaknya bintang yang baru lahir. Para astronom menduga fenomena "awet muda" ini terjadi karena adanya aksi penyerapan massa antarbintang. Bintang blue straggler secara perlahan menyedot massa dari bintang pendamping di dekatnya, sehingga penampilannya kembali segar, memancarkan cahaya biru, dan memiliki suhu yang jauh lebih panas.
Keunikan karakteristik M3 ini memicu teori baru mengenai sejarah kelam asal-usulnya. Berdasarkan data visual Hubble, gugus ini memiliki dua populasi bintang yang sangat berbeda. Para ilmuwan memprediksi bahwa M3 lahir dari hasil tabrakan dan penggabungan dua gugus bintang kuno yang dulunya berada di sebuah galaksi kerdil. Galaksi kerdil tersebut kemudian hancur dan terlahap oleh gravitasi raksasa Bima Sakti miliaran tahun lalu.
Foto menakjubkan ini diambil sebagai bagian dari program Hubble Treasury, sebuah survei besar yang dirancang untuk mengamati separuh dari seluruh gugus bola di Bima Sakti demi menyusun kronologi akurat mengenai bagaimana galaksi tempat tinggal kita ini terbentuk. Hingga saat ini, Hubble yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade terus bekerja bahu-membahu dengan Teleskop James Webb untuk mengungkap misteri terdalam alam semesta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....