Perangi Hoaks Wujudkan Ruang Digital Aman dan Sehat

  • 02 Jul 2026 22:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital. Hal ini karena masyarakat menjadi penerima sekaligus penyebar informasi secara langsung melalui berbagai platform media sosial dan internet.

Dikutip dari laman Tribrata News Polri, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi dengan cepat tanpa batas ruang dan waktu. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, perpecahan, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hoaks merupakan informasi yang tidak benar atau sengaja dibuat untuk menyesatkan masyarakat. Sementara disinformasi adalah penyebaran informasi yang salah dengan tujuan memengaruhi opini publik atau menciptakan kebingungan. Jika tidak disikapi secara bijak, keduanya dapat memicu konflik sosial, merusak kepercayaan publik, hingga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Masyarakat dinilai memiliki peran utama dalam memutus rantai penyebaran hoaks karena menjadi sasaran akhir dari informasi palsu tersebut. Semakin tinggi literasi digital, pengetahuan, dan daya kritis masyarakat, maka semakin kecil pula peluang hoaks menimbulkan polemik di tengah kehidupan sosial.

Fenomena penyebaran berita palsu saat ini menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Rendahnya literasi digital, kebiasaan membagikan informasi tanpa verifikasi, serta mudahnya akses ke media sosial menjadi faktor yang membuat penyebaran hoaks semakin sulit dikendalikan.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak hanya sebatas kesalahpahaman. Hoaks dapat memicu rasa curiga dan kebencian terhadap kelompok tertentu, merugikan bahkan membahayakan pihak yang tidak bersalah, hingga memberikan informasi keliru kepada pengambil kebijakan. Dalam skala lebih luas, penyebaran hoaks juga dapat berdampak pada aspek sosial, ekonomi, politik, keamanan, hingga mengancam keutuhan negara.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Pemeriksaan fakta dapat dilakukan melalui sumber resmi, media kredibel, maupun lembaga yang berwenang. Selain itu, peningkatan literasi digital juga menjadi langkah penting agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri informasi menyesatkan dan menggunakan media sosial secara bijak.

Menangkal hoaks dan disinformasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan membiasakan diri bersikap kritis, teliti, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....