Fosil Dinosaurus Langka Antartika Ditemukan Tersimpan di Dalam Laci
- 30 Jun 2026 20:40 WIB
- Manado
Poin Utama
- Fosil tulang ekor dinosaurus jenis titanosaur (pemakan tumbuhan berleher panjang) berhasil diidentifikasi setelah tersimpan dan terlupakan selama puluhan tahun di dalam laci penyimpanan.
- Penemuan ini menjadi bukti langka bahwa jutaan tahun lalu wilayah Antartika bukanlah hamparan es yang dingin, melainkan sebuah kawasan yang dipenuhi hutan rimbun yang hangat dan subur.
- Para ilmuwan baru bisa mengonfirmasi keaslian fosil ini berkat bantuan teknologi modern saat ini, yang mampu memeriksa struktur dalam tulang secara jauh lebih detail dibandingkan saat pertama kali ditemukan pada tahun 1985.
RRI.CO.ID, Manado - Sebuah fosil dinosaurus langka dari Antartika berhasil diidentifikasi setelah tersimpan selama puluhan tahun di dalam laci penyimpanan. Fosil berupa tulang ekor tersebut berasal dari titanosaur, kelompok dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang yang hidup jutaan tahun lalu saat wilayah kutub tersebut masih berupa hutan rimbun yang hangat.
Berdasarkan laporan dari ABC News, fosil ini pertama kali ditemukan pada tahun 1985 oleh ahli geologi Mike Thomson saat melakukan ekspedisi di Pulau James Ross, Antartika. Thomson awalnya mencatat temuan tersebut sebagai reptil laut besar untuk membantu pemetaan lapisan batuan. Sayangnya, Thomson telah wafat pada tahun 2020 sebelum mengetahui bahwa benda yang ditemukannya itu adalah bagian dari dinosaurus purba.
Rahasia di balik fosil ini baru terungkap setelah paleontolog Mark Evans memeriksa kembali koleksi British Antarctic Survey dan mencurigai bentuk tulang tersebut. Bersama tim peneliti, Evans menganalisis dan membandingkan bentuk anatominya dengan sisa-sisa dinosaurus lain yang lebih lengkap hingga akhirnya hasil temuan mereka resmi diterbitkan dalam jurnal Acta Palaeontologica Polonica.
Tiga poin penting dari penemuan bersejarah ini adalah: pertama, fosil dinosaurus sangat langka ditemukan di Antartika karena wilayahnya yang kini tertutup lapisan es tebal, padahal jutaan tahun lalu kawasan ini merupakan habitat hutan yang subur. Kedua, dinosaurus ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 7 meter, ukuran yang relatif kecil untuk kelompoknya, dan kemungkinan mati saat berusia muda sebelum tubuhnya hanyut dan tenggelam ke dasar laut. Ketiga, perkembangan teknologi modern saat ini sangat membantu para ilmuwan untuk melihat bagian dalam tulang dan mendapatkan informasi yang jauh lebih detail mengenai makhluk purba dibandingkan saat fosil ini pertama kali ditemukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....