Mengenal 'Black Eye' Galaxy, Galaksi Unik dengan Dua Arah Rotasi

  • 15 Jun 2026 22:27 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • NASA merilis potret detail Galaksi "Mata Hitam" (Messier 64) yang menggabungkan kemampuan sensor inframerah James Webb dengan teknologi cahaya tampak dan ultraviolet milik Hubble.
  • Galaksi spiral ini memiliki keunikan langka, di mana gas di bagian luar berputar berlawanan arah dengan pergerakan bintang dan gas yang berada di pusat inti galaksi.
  • Para astronom memprediksi bahwa fenomena putaran terbalik yang aneh ini terjadi akibat dampak tabrakan masif antara Messier 64 dengan galaksi satelit kecil sekitar satu miliar tahun lalu.

RRI.co.id, Manado - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis potret terbaru dari galaksi Messier 64, yang lebih populer dikenal sebagai Galaksi "Mata Hitam" (Black Eye Galaxy). Foto menakjubkan ini merupakan hasil gabungan (composite) data dari dua teleskop legendaris dunia, Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop James Webb.

Galaksi ini sangat mudah dikenali berkat adanya pita debu gelap berukuran raksasa yang sebagian menutupi inti terangnya, memberikan tampilan visual dramatis yang menyerupai mata manusia yang sedang lebam.

Di balik keindahan visualnya, Galaksi Mata Hitam menyimpan karakteristik pergerakan internal yang sangat aneh dan tidak biasa. Para ilmuwan menemukan bahwa gas di wilayah luar galaksi spiral ini berputar ke arah yang berlawanan dengan arah putaran gas dan bintang-bintang di wilayah bagian dalamnya.

Gerakan berputar terbalik ini diduga kuat merupakan dampak dari tabrakan dan penggabungan (merger) kosmis antara galaksi Messier 64 dengan galaksi satelit kecil di sekitarnya yang terjadi lebih dari satu miliar tahun lalu.

Ketajaman gambar yang dirilis ini berhasil dicapai berkat perpaduan spektrum cahaya dari Teleskop Webb dan Hubble. Kamera canggih milik James Webb menangkap keindahan Galaksi Mata Hitam melalui panjang gelombang inframerah dekat (near-infrared) dan inframerah menengah (mid-infrared) yang mampu menembus ketebalan debu kosmis.

Di sisi lain, Teleskop Hubble menyempurnakan gambar tersebut dengan menangkap data melalui spektrum cahaya ultraviolet, cahaya tampak (visible light), serta inframerah dekat. Kolaborasi lintas generasi ini memberikan sudut pandang baru yang jauh lebih mendalam bagi para astronom untuk mempelajari dinamika dan sejarah pembentukan galaksi unik tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....