FK Unima Resmi Berdiri, Jadi Model Nasional Cetak Dokter untuk Daerah

  • 14 Jun 2026 22:51 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meresmikan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan kedokteran untuk memperkuat pemerataan layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia, khususnya di provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam sambutannya Menteri Brian menegaskan bahwa pendidikan kedokteran memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peresmian FK Unima merupakan inisiatif dan salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang kemudian ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah, dan berbagai pihak.

“Hari ini adalah dimulainya investasi besar untuk masa depan Sulut. Dokter-dokter yang nantinya penuh semangat, kompeten, berdedikasi dan humanis, bisa memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat Sulut,” ujar Mendiktisaintek.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas sinergi mitra yang terlibat, khususnya kepada gubernur, seluruh walikota/bupati, kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten di wilayah Sulut, serta Rektor Universitas Brawijaya (UB) dan tim FK UB sebagai FK pembina, sehingga berhasil mewujudkan pendirian FK Unima. Kemdiktisaintek mendorong FK Unima sebagai FK baru yang menjadi contoh implementasi pendidikan kedokteran transformatif yang sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak.

Salah satu kebijakan transformatif yang telah dijalankan adalah penerimaan mahasiswa baru yang merupakan putra-putri terbaik dari seluruh kabupaten/kota di wilayah Sulut yang diseleksi oleh FK Pembina (UB) sesuai prosedur yang transparan dan akuntabel. Model seleksi ini akan menjadi model yang dapat direplikasi oleh FK lain di Indonesia, sehingga dapat berdampak nyata untuk memeratakan distribusi dokter di Indonesia.

“Yang jauh lebih membuat saya berbahagia adalah ternyata ini seluruhnya 50 orang (mahasiswa baru) dibagi rata oleh kota, kabupaten, dan provinsi. Ini capaian yang luar biasa, meskipun FK Unima baru dibuka, tetapi sudah memberi contoh teladan bagaimana FK bisa berkontribusi langsung,” tutur Menteri Brian.

Kepada mahasiswa baru FK Unima, Menteri Brian juga berpesan agar dapat memanfaatkan beasiswa pendidikan yang didapatkan dan para mahasiswa diharapkan dapat kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan untuk memperkuat layanan kesehatan setempat.

Hadir juga dalam peresmian tersebut, Gubernur Sulut, Yulius Selvanus yang mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung upaya menyiapkan dokter-dokter yang siap mengabdi dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Sulawesi.

“Kami sudah pikirkan jauh dengan anggaran yang ada. Mahasiswa tidak usah memikirkan macam-macam, kalian hanya belajar. Biarkan kami yang mencarikan biaya untuk pendidikan kalian. Tetapi kami juga menuntut agar kalian mengabdi kepada masyarakat Sulut,” tegas Yulius.

Sementara itu, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey juga menjelaskan bahwa FK Unima mengembangkan strategi untuk memastikan lulusan bersedia kembali dan mengabdi di daerah asal. Strategi tersebut dilakukan melalui penerimaan mahasiswa berbasis rekomendasi pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut.

“Skema rekrutmen ini mengawinkan kebijakan afirmatif daerah dengan ketatnya kendali mutu nasional. Melalui mekanisme ini, pemerintah kabupaten/kota menjaring talenta terbaik mereka yang kemudian disaring ulang dengan menggunakan ujian akademik berstandar nasional serta psikotes yang ketat,” tandas rektor.

(Anugrah Pandey)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....