Kru ISS Teliti Obat Kanker dan Pembekuan Darah di Luar Angkasa

  • 22 Mei 2026 08:00 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Astronaut memanfaatkan lalat buah yang direkayasa genetik untuk melihat efektivitas molekuler obat kanker dalam kondisi mikrogravitasi.
  • Penelitian pada trombosit darah dilakukan guna memahami pencegahan pendarahan hebat bagi kesehatan astronaut dan pasien di Bumi.
  • Kosmonaut Rusia telah menyiagakan baju luar angkasa Orlan dan perangkat medis menjelang misi berjalan di luar angkasa akhir Mei ini.

RRI.co.id, Manado - Para astronaut yang tergabung dalam kru Ekspedisi 74 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terus berpacu dengan waktu dalam melakukan serangkaian penelitian medis krusial. Fokus utama mereka saat ini adalah mencari cara baru guna memajukan pengobatan kanker serta mencegah pendarahan hebat pada manusia.

Penelitian ini memanfaatkan kondisi mikrogravitasi (tanpa bobot) di luar angkasa, yang dinilai mampu memberikan pemahaman baru pada tingkat sel yang tidak bisa didapatkan di Bumi.

Astronaut NASA, Chris Williams, memimpin riset kanker pankreas di dalam laboratorium Kibo milik Jepang. Penelitian ini menggunakan sampel lalat buah yang telah direkayasa secara genetik agar memiliki profil serupa kanker pankreas pada manusia.

Sampel lalat buah yang dibawa oleh kapsul kargo SpaceX Dragon tersebut disuntik dengan obat antikanker eksperimental, dibekukan untuk pengawetan, dan nantinya akan dibawa kembali ke Bumi. Para dokter akan menganalisis bagaimana terapi ini merespons kondisi tanpa bobot untuk mengembangkan obat kanker pankreas yang jauh lebih efektif di Bumi.

Sementara itu, astronaut NASA lainnya, Jessica Meir, fokus pada penelitian sistem kekebalan tubuh dan pembekuan darah. Ia menguji sampel trombosit darah di dalam fasilitas khusus (Life Science Glovebox). Studi ini bertujuan memahami bagaimana lingkungan luar angkasa memengaruhi trombosit pada tingkat sel dan genetik, guna mencegah risiko pendarahan ekstrem bagi para astronaut di masa depan.

Selain eksperimen medis, aktivitas di ISS juga disibukkan dengan urusan logistik dan teknis. Astronaut Jack Hathaway (NASA) dan Sophie Adenot (ESA) melanjutkan proses bongkar muat pasokan seberat 2,9 ton yang dibawa oleh SpaceX Dragon. Adenot juga memantau proyek tanaman alfalfa untuk studi ketahanan pangan jangka panjang di luar angkasa.

Di sisi lain, kosmonaut Rusia (Roscosmos), Sergey Kud-Sverchkov dan Sergey Mikaev, mulai memindahkan baju luar angkasa Orlan ke dalam ruang kedap udara (airlock) modul Poisk. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan intensif menjelang misi berjalan di luar angkasa (spacewalk) yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....