Febry Dien Dampingi Dirjen PAUD Dikdas PNFI Lakukan Monev TKA SD di Bitung
- 21 Apr 2026 10:40 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Bitung – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di SDN Inpres 6/84 Madidir, Kota Bitung.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto yang meninjau kesiapan teknis sekaligus memberikan arahan kepada satuan pendidikan.
Dalam arahannya, Gogot menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, terutama koneksi internet yang stabil serta ketepatan waktu dalam distribusi token ujian. Ia juga mengingatkan agar setiap sekolah menyiapkan minimal dua perangkat cadangan, guna mengantisipasi kendala teknis seperti gangguan atau keterlambatan sistem.
“Selain itu, objektivitas pelaksanaan menjadi perhatian utama. Sistem pengawasan silang diterapkan untuk menjaga integritas, disertai dengan sterilisasi ruang ujian dari telepon genggam. Bahkan, pemantauan dilakukan secara terpusat melalui CCTV yang terhubung langsung ke Jakarta guna mencegah potensi kebocoran soal,” ujarnya.
Kementerian menegaskan bahwa TKA bukan merupakan syarat kelulusan dan bersifat tidak wajib. “Pelaksanaannya harus menjunjung tinggi kejujuran, namun tetap dilakukan dalam suasana yang gembira tanpa tekanan psikologis bagi siswa,” ungkap Gogot.
Sementara itu, Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian untuk memastikan standar nasional pendidikan berjalan optimal di daerah.
“Keberhasilan pelaksanaan yang jujur dan gembira hari ini merupakan bukti sinergi yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Utara,” katanya.
Di sisi lain, Kepala SDN Inpres 6/84 Madidir, Ellen Vivi Wollah menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan persiapan matang sejak satu minggu sebelum pelaksanaan.
“Kami menyiapkan panitia secara lengkap, mulai dari penanggung jawab, teknisi, operator, hingga peserta didik. Semua dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan TKA berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya mengedepankan prinsip jujur dan gembira, sehingga siswa dapat mengikuti ujian dengan rasa aman, nyaman, dan tanpa tekanan.
Dengan pelaksanaan yang tertib, transparan, dan penuh semangat kebersamaan, TKA di Bitung menjadi contoh bahwa transformasi pendidikan dapat berjalan selaras dengan nilai kejujuran dan kenyamanan belajar. Momentum ini diharapkan terus berlanjut, memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.
(Anugrah Pandey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....