Hiburan Menjadi Bahaya: Fenomena Kecanduan Game Online

  • 04 Mar 2026 02:08 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Perkembangan pesat teknologi internet telah menghadirkan berbagai hiburan digital, salah satunya permainan daring atau game online. Aktivitas ini menjadi pilihan populer di kalangan remaja karena dianggap menyenangkan dan menantang.

Namun, di balik keseruan tersebut, game online memiliki potensi risiko serius bagi kesehatan fisik, psikologis, dan perkembangan otak, terutama bagi anak-anak dan pelajar.

Berdasarkan informasi dari laman resmi polri.go.id bermain game online secara berlebihan dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan. Dampak adiksi ini tidak hanya bersifat fisik, seperti migrain dan kelelahan mata, tetapi juga berdampak pada perubahan struktur dan fungsi otak. Fenomena ini menjadi perhatian khusus karena remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap pengaruh teknologi digital.

Dampak Negatif Game Online bagi Remaja

Meski game online dapat memberikan beberapa manfaat, seperti meningkatkan keterampilan motorik, kerja tim, dan strategi, efek negatifnya tetap menjadi sorotan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah kesulitan mengontrol diri. Anak-anak dan remaja yang kecanduan game cenderung merasa gelisah, mudah marah, dan ingin terus bermain tanpa henti. Kebiasaan menghabiskan banyak waktu untuk bermain game bisa memicu berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Anak-anak bisa mengalami gejala seperti migrain, mata lelah, hingga gangguan perilaku.

Beberapa dampak negatif yang kerap dialami remaja akibat kecanduan game online antara lain:

  1. Kurang Berinteraksi dengan Teman Sekitar
    Remaja yang terlalu fokus pada game online sering mengabaikan lingkungan sekitar. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan layar gadget, sehingga interaksi sosial dengan teman berkurang. Fenomena ini membuat beberapa remaja cenderung mengasingkan diri dan bahkan berbicara sendiri dengan perangkat digitalnya.
  2. Kehilangan Kontrol atas Waktu
    Kecanduan game online membuat remaja sulit mengatur waktu. Data menunjukkan banyak remaja menghabiskan lebih dari dua jam per hari atau lebih dari 14 jam per minggu hanya untuk bermain game. Hal ini tentu mengganggu rutinitas harian, termasuk waktu belajar dan istirahat.
  3. Penurunan Nilai Akademik
    Efek kecanduan game juga berimbas pada prestasi akademik. Remaja yang terlalu sering bermain cenderung malas belajar dan menghindari membaca. Bahkan, beberapa pelajar lebih memilih bermain game saat jam istirahat di sekolah, alih-alih mengerjakan tugas atau berinteraksi dengan teman.

Fenomena Populer di Kalangan Pelajar

Popularitas game online di kalangan remaja sangat tinggi. Banyak pelajar yang menghabiskan waktu luang dengan bermain game, baik di sekolah maupun di rumah. Aktivitas ini, jika tidak diatur, dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan sosial, dan kualitas pendidikan remaja.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa bermain game tidak sepenuhnya buruk jika dilakukan secara terkontrol. Orang tua disarankan untuk membatasi durasi bermain dan mendorong anak melakukan aktivitas lain, seperti olahraga, membaca, atau berkegiatan sosial. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kecanduan dan dampak negatif yang lebih serius.

Game online memang menawarkan hiburan dan manfaat tertentu, tetapi jika tidak diimbangi dengan pengaturan waktu yang tepat, dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik, mental, dan akademik remaja. Kesadaran dari orang tua, guru, dan remaja sendiri menjadi kunci untuk mengurangi risiko kecanduan, sehingga teknologi digital dapat dimanfaatkan dengan lebih positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....