BRIN dan CERN Perkuat Posisi Indonesia Riset Global

  • 31 Des 2025 20:34 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat peran Indonesia di kancah riset sains global melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Eksperimen ALICE (A Large Ion Collider Experiment) dengan European Organization for Nuclear Research (CERN). Penandatanganan dilakukan di kantor pusat CERN, Geneva, Swiss, Senin (15/12).

MoU tersebut ditandatangani Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (SDMI) BRIN, Prof. Edy Giri Rachman Putra. Kerja sama ini menjadi tonggak penting penguatan kolaborasi riset Indonesia di fasilitas sains terbesar di dunia.

Edy Giri mengatakan, kerja sama ini merupakan keberlanjutan sekaligus peningkatan kontribusi Indonesia dalam eksperimen ALICE yang memanfaatkan Large Hadron Collider (LHC), akselerator partikel terbesar di dunia. Menurutnya, LHC beroperasi dengan teknologi ekstrem untuk merekonstruksi kondisi alam semesta pada fase paling awal setelah Dentuman Besar.

CERN sendiri merupakan organisasi ilmiah internasional yang berdiri sejak 1954 dan kini menaungi lebih dari 17.000 ilmuwan dari lebih 100 negara. Selain menjadi rumah bagi LHC, CERN dikenal sebagai pusat inovasi global yang melahirkan berbagai terobosan penting, termasuk World Wide Web (WWW), serta kontribusi signifikan terhadap riset peraih Hadiah Nobel Fisika.

Keterlibatan Indonesia di CERN telah berlangsung lebih dari satu dekade, bermula dari partisipasi LIPI dalam eksperimen ALICE. Seiring konsolidasi kelembagaan riset nasional ke dalam BRIN, kolaborasi tersebut kini berkembang lebih strategis dan terarah.

Melalui addendum MoU, BRIN menegaskan kontribusi Indonesia dalam komputasi High Performance Computing (HPC) skala global, konstruksi serta pemeliharaan sistem detektor, hingga analisis data fisika energi tinggi. Partisipasi ini juga mendorong penguasaan teknologi maju, seperti akselerator partikel, magnet superkonduktor, sistem deteksi radiasi, serta pengelolaan big data melalui jaringan Worldwide LHC Computing Grid.

Edy Giri menambahkan, BRIN dan CERN berkomitmen memperluas kerja sama, termasuk pada program peningkatan detektor dan pengembangan eksperimen generasi berikutnya. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan infrastruktur riset nasional serta pengembangan skema pertukaran periset dan mahasiswa dalam kerangka Manajemen Talenta Nasional.

Selain penandatanganan MoU, Edy Giri juga meninjau sejumlah fasilitas utama CERN, seperti fasilitas perakitan magnet superkonduktor LHC, laboratorium MEDICIS untuk pengembangan radioisotop medis, serta fasilitas eksperimen ALICE. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung pengelolaan riset kelas dunia yang mengintegrasikan sains fundamental, rekayasa lanjut, dan kolaborasi global.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....