Puncak Everest Ternyata Pernah Berada di Dasar Laut

  • 16 Des 2025 12:24 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Puncak Gunung Everest, yang kini dikenal sebagai titik tertinggi di Bumi dengan ketinggian hampir 9.000 meter di atas permukaan laut, ternyata pernah berada di dasar samudra purba. Fakta geologi ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa Everest terbentuk dari material dasar laut.

Para ilmuwan menjelaskan, sekitar 50 juta tahun lalu, Lempeng India bergerak ke arah utara dan bertabrakan dengan Lempeng Eurasia. Tumbukan tektonik berskala raksasa ini menyebabkan dasar laut Samudra Tethys terlipat, terangkat, dan perlahan membentuk Pegunungan Himalaya, termasuk Gunung Everest sebagai puncak tertingginya.

Proses geologi tersebut tidak berhenti hingga kini. Berdasarkan pengukuran geodesi modern, Everest masih mengalami pertumbuhan sekitar 5 milimeter per tahun, menandakan bahwa aktivitas lempeng tektonik di kawasan tersebut masih berlangsung.

Bukti kuat asal-usul laut Everest ditemukan melalui struktur batuannya. Di dekat puncak gunung, para peneliti menemukan batuan kapur, jenis batuan sedimen yang umumnya terbentuk di lingkungan laut dangkal.

Selain itu, ditemukan pula fosil organisme laut mikro, cangkang koral, dan sisa makhluk laut purba, yang semakin menguatkan bahwa kawasan tersebut dahulu merupakan bagian dari dasar samudra.

Temuan ini menunjukkan bahwa Everest bukan gunung vulkanik, melainkan hasil proses lipatan dan pengangkatan kerak Bumi akibat tumbukan lempeng benua selama jutaan tahun.

Para ahli menilai fenomena ini menjadi bukti bahwa Bumi adalah planet yang dinamis, terus bergerak dan berubah seiring waktu geologis. Dari dasar samudra purba hingga menjadi “atap dunia”, Gunung Everest menyimpan rekam jejak evolusi planet yang luar biasa.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....