BRIN Catat Capaian Riset Hortikultura Unggulan 2025

  • 16 Des 2025 11:56 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat pengembangan varietas buah unggulan sebagai capaian utama riset hortikultura sepanjang 2025. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Rakor–Monev) Akhir Tahun 2025 Pusat Riset Hortikultura (PR Hortikultura), Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong.

Salah satu capaian strategis ialah riset durian lokal unggul Kawuk Raja asal Madiun. Varietas ini telah melalui tahapan validasi lapang, analisis mutu, serta proses pendaftaran varietas, dan saat ini tengah dipersiapkan menuju pelepasan varietas serta pengajuan Indikasi Geografis.

Selain durian, BRIN juga mengembangkan kandidat varietas salak merah Salak Sarah asal Tabanan yang kini berada pada tahap lanjutan. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya penguatan komoditas lokal berbasis sumber daya genetik nasional.

Pada komoditas hortikultura lainnya, PR Hortikultura melaporkan keberhasilan riset varietas stroberi unggul Sageti dan Mesarang. Hasil uji lapang menunjukkan kedua varietas tersebut memiliki ketahanan penyakit serta performa agronomis yang baik.

Di sisi teknologi budidaya, perbenihan berbasis endofit mulai diadopsi petani melalui program kemitraan daerah di Magetan. Adopsi ini didukung penerapan standar operasional prosedur (SOP) perbenihan serta penguatan kelembagaan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi di tingkat lapangan.

Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN, Dwinita Wikan Utami, mengatakan bahwa BRIN saat ini memasuki fase penting hilirisasi riset. Menurutnya, setiap output riset perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengguna, industri, dan pemerintah daerah.

“Evaluasi akhir tahun menjadi momentum strategis untuk memetakan kekuatan dan peluang riset sekaligus memperkuat kesiapan inovasi menuju tahap pemanfaatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala ORPP BRIN, Puji Lestari, menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi sebagai instrumen strategis untuk menjaga produktivitas periset. Ia juga menyoroti perlunya penguatan akses terhadap fasilitas laboratorium, sarana pendukung, dan infrastruktur riset.

Puji menambahkan, penetapan home base periset berpeluang memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah serta memperkuat implementasi riset di tingkat wilayah, sehingga luaran riset dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui Rakor–Monev 2025, BRIN menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi hortikultura terintegrasi, melibatkan peneliti, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra industri, guna meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan sektor hortikultura nasional.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....