BRIN Petakan Dampak Banjir Longsor Sumatra Berbasis Riset
- 16 Des 2025 11:39 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Task Force Supporting Penanggulangan Bencana melakukan survei dan pemetaan dampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data spasial yang akurat dan beresolusi tinggi sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan bencana, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Periset Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Firman Prawiradisastra, menjelaskan bahwa tim survei yang diterjunkan ke lapangan berjumlah enam orang. Tim tersebut dilengkapi dua unit Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan sensor LiDAR dan kamera beresolusi tinggi.
“Tim direncanakan bekerja selama 14 hari di lapangan untuk memastikan data yang dikumpulkan cukup lengkap dan detail,” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).
Ia menambahkan, survei difokuskan pada pemetaan spasial dampak kerusakan akibat banjir, banjir bandang, dan longsor. Metode ini memungkinkan pemotretan kondisi wilayah terdampak secara menyeluruh, termasuk area yang sulit dijangkau dari darat.

Dalam pelaksanaannya, tim BRIN akan bergerak ke sejumlah wilayah di Sumatra Utara, khususnya Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, yang dinilai mengalami dampak bencana cukup signifikan dan membutuhkan pemetaan rinci.
Data yang dikumpulkan meliputi peta wilayah terdampak bencana dengan cakupan luas dan resolusi tinggi, untuk memperkirakan tingkat kerusakan secara detail, mulai dari perubahan bentang alam, area genangan, hingga potensi bahaya lanjutan.
“Dengan data spasial yang rinci, rencana mitigasi dapat disusun secara lebih tepat dan efektif,” kata Firman.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan relawan yang akan turun ke wilayah terdampak bencana. Menurutnya, relawan perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta perbekalan, agar tidak justru menjadi korban di lapangan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, medan, dan potensi bahaya susulan seperti longsor atau banjir lanjutan,” ujarnya.
Firman berharap, data hasil survei BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Dalam jangka pendek, data tersebut diharapkan menjadi acuan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, sementara dalam jangka panjang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana yang lebih komprehensif.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....