BRIN Temukan Kesenjangan Adopsi Pembayaran Digital Generasi
- 28 Nov 2025 10:46 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya kesenjangan adopsi pembayaran digital antar generasi di wilayah Jabodetabek. Temuan ini dipaparkan dalam Seminar Naskah Publikasi Rumah Program Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora yang digelar secara daring pada Rabu (26/11).
Peneliti Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Dwi Phalita Upahita, menjelaskan bahwa penelitian tersebut menyoroti potensi, tantangan, dan impulsivitas masyarakat urban dalam menggunakan layanan pembayaran digital. Hasilnya menunjukkan adanya fenomena generational leapfrogging, atau lompatan teknologi yang cukup mencolok antar kelompok usia.
Menurut Dwi, tingkat kepemilikan dan penggunaan smartphone mencapai lebih dari 91 persen pada Generasi Z, milenial, dan Generasi X. Namun, angka tersebut menurun signifikan pada generasi baby boomers, yang hanya berada di kisaran 73 persen.
“Preferensi generasi baby boomers masih cenderung pada transaksi konvensional, baik untuk aktivitas ritel maupun pembayaran transportasi publik,” jelasnya.
Dwi menambahkan, sejumlah faktor menjadi penyebab rendahnya adopsi pembayaran digital, mulai dari aspek intuitivitas dan kemudahan penggunaan aplikasi, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, hingga kesenjangan literasi digital.
BRIN menegaskan pentingnya kebijakan pembayaran digital yang inklusif dan tidak menghilangkan akses bagi kelompok rentan, khususnya generasi senior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan transformasi digital yang lebih merata di Indonesia.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....