UNIMA Selenggarakan Pelatihan Digital Marketing untuk Pariwisata Rumbia
- 27 Nov 2025 12:04 WIB
- Manado
KBRN, Minahasa: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (FEB Unima) menyelenggarakan pelatihan intensif selama dua hari, 10-11 Juli 2025, dalam rangka program "Peningkatan Kemampuan Literasi Keuangan dan Manajemen Pemasaran Berbasis Digital Sebagai Upaya Revitalisasi Perekonomian Pariwisata di Pantai Rumbia" di Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kegiatan yang diikuti oleh 15 pengurus BUMDes Jaya Desa Rumbia ini menghadirkan empat narasumber ahli dengan materi yang saling melengkapi untuk mengoptimalkan pengelolaan pariwisata Pantai Rumbia.
Tim pelaksana terdiri dari dosen-dosen berpengalaman yang didampingi mahasiswa dalam upaya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi desa.
Pebisitona Mesajaya Purba, S.E., M.Ak. selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan materi Literasi Keuangan: Penyusunan dan Pelaporan.
"Tantangan utama yang dihadapi BUMDes Jaya adalah sistem pencatatan keuangan yang masih manual dan belum sesuai standar akuntansi. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman praktis tentang penyusunan laporan keuangan yang benar, mulai dari pencatatan harian hingga analisis rasio keuangan untuk pengambilan keputusan strategis," ujar Purba.
Dalam sesi yang sama, Prof. Nikolas F. Wuryaningrat, M.Sc. menyampaikan materi Digital Marketing dengan fokus pada transformasi strategi pemasaran pariwisata.
"Pantai Rumbia memiliki potensi besar dengan 21.500 pengunjung tahun lalu, namun masih mengandalkan promosi word-of-mouth. Kami mengajarkan pemanfaatan platform digital seperti website, Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama generasi milenial dan Gen Z yang dominan menggunakan media sosial dalam memilih destinasi wisata," ucap Prof. Wuryaningrat.
Sementara Aspek pelayanan kepada wisatawan internasional mendapat perhatian khusus melalui materi "English for Tourism" yang disampaikan Ismail, S.Pd., M.Hum.
"Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan mendesak mengingat potensi kunjungan wisatawan asing ke Pantai Rumbia. Pelatihan ini memberikan frasa dan ekspresi praktis yang dapat langsung diterapkan pengelola dalam melayani tamu internasional," kata Ismail.
Dimensi ekonomi yang lebih luas dibahas oleh Supriyanto, S.E., M.Si. melalui materi Konsep Ekonomi Inklusif Pedesaan.
"Pengembangan pariwisata Pantai Rumbia harus memberikan dampak ekonomi yang merata bagi seluruh masyarakat desa. Konsep ekonomi inklusif memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya menguntungkan pengelola, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil, penyedia jasa transportasi, homestay, dan sektor informal lainnya," kata Supriyanto.

Pelatihan dua hari ini dirancang dengan pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dan praktik langsung.
Peserta tidak hanya mendapat pembekalan konseptual, tetapi juga berlatih menggunakan aplikasi akuntansi digital, membuat konten media sosial, dan mempraktikkan percakapan bahasa Inggris dalam konteks pariwisata.
"Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini kami kesulitan membuat laporan keuangan yang benar dan tidak tahu cara memasarkan pantai secara online. Sekarang kami punya panduan praktis yang bisa langsung diterapkan," ungkap Mustar Rompis, Ketua BUMDes Jaya Desa Rumbia.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Unima dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tujuan 10 tentang pengurangan kesenjangan.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah berupa pembelajaran langsung di lapangan sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat.
"Mahasiswa mendapat pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kampus untuk memecahkan masalah riil di masyarakat," ujar Ketua Pelaksana.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, tim akan memberikan pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan untuk memastikan implementasi optimal dari materi yang telah diberikan.
BUMDes Jaya juga akan dibantu dalam pembuatan website resmi Pantai Rumbia dan pengelolaan akun media sosial.
Target konkret dari program ini adalah peningkatan 80% kemampuan pengelolaan keuangan peserta dan pengurangan 10% pengeluaran operasional melalui efisiensi sistem.
Pada aspek pemasaran digital, diharapkan terjadi peningkatan signifikan jumlah pengunjung melalui promosi online yang efektif.
"Pantai Rumbia memiliki keindahan alam luar biasa dengan pasir putih sepanjang 1,2 kilometer dan pemandangan goa bukit yang eksotis. Dengan pengelolaan yang profesional dan pemasaran yang tepat sasaran, destinasi ini berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata Sulawesi Utara," kata Prof. Wuryaningrat.
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi model pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang dapat direplikasi di destinasi wisata serupa, mendukung visi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....