PTTI Unima Terapkan Teknologi Pengering Ikan di Minsel
- 21 Nov 2025 11:08 WIB
- Manado
KBRN, Minsel: Melalui Pendanaan skema Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2025, akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) hadir ditengah masyarakat untuk memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan khususnya di Desa Tumpaan Satu Kecamatan Tumpaan Minahasa Selatan.
Akademisi yang juga dosen Unima terdiri dari Prof Dr Revolson Mege MS sebagai Ketua Tim dan Prof Dr Mokosuli Yermia Semuel MSi, Dr Stanny Rawung MSi dan Deivy Ticoh ST MT sebagai anggota memberikan solusi permasalahan yang dihadapi masyarakat yaitu proses pengeringan ikan masih menggunakan cara tradisional atau konvensional dengan menggunakan tungku pengering yang terbatas atau memanfaatkan sinar matahari untuk dapat mengeringkan ikan.
Prof Mege mengungkapkan bahwa Proses pengeringan dengan mengandalkan sinar matahari tentunya memiliki keterbatasan, seperti waktu yang lama, dan ketergantungan pada kondisi cuaca. Hal yang paling prinsip bahwa proses pengeringan secara terbuka terkadang kurang mempertimbangkan aspek kebersihan dan higienitas yang berdampak pada kesehatan konsumen. Oleh karena itu, melalui PTTI dihadirkan Pengering Model Kabinet diinovasi dengan menggunakan sumber Energi (distribusi Panas) dari Tungku Pengeringan/Pengasapan Ikan yang digunakan Mitra kelompok pengolah ikan selama ini yang banyak terbuang.

Disisi lain Prof Yermia Mokosuli dan Deivy Ticoh ST MT menyatakan pengolahan atau pengawetan ikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu penyimpanan dan daya tahan hasil perikanan pascapanen. Pentingnya proses pengeringan terutama untuk mengatasi ketika musim hujan terjadi kelebihan produksi. Pada satu sisi ikan terus mengalami kerusakan. Sehingga langkah pengeringan sekaligus sebagai upaya mempertahankan kualitas ikan sebelum dipasarkan atau dikonsumsi, meningkatkan daya jual ikan, sebagai bahan diversifikasi pangan dan memperpanjang masa simpan. Pengolahan dan pengawetan ikan merupakan bagian penting dari rantai industri perikanan. Tanpa kedua proses tersebut, peningkatan produksi ikan yang telah dicapai selama ini akan sia-sia, karena tidak semua hasil produksi perikanan dapat dimanfaatkan oleh konsumen dalam kondisi baik.
Sebagaimana diungkapkan oleh Dr Stanny Rawung bahwa kegiatan PTTI merupakan langkah strategis dalam upaya mendukung perwujudan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subiyanto yaitu “Membangun dari Desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, dimana melalui penguatan kapasitas industri kreatif pengolahan ikan selain sebagai upaya pemenuhan pangan dan gizi bagi Masyarakat, juga merupakan upaya menciptakan sumber pendapatan ekonomi yang pada giliranya dapat mengurangi angka kemiskinan yang selama ini masih mendera masyarakat pesisir pantai terutama nelayan di Sulawesi Utara. Juga pemberdayaan Masyarakat ini pada gilirannya dapat mengembangkan potensi ekonomi local yang selama ini praktis tidak dapat dinikmati dalam memenuhi kebutuhan hidup Masyarakat.
Prof Revolson Mege dan Prof Mokosulis menambahkan juga bahwa kegiatan PTTI dengan menerapkan teknologi pengering, juga sejalan dengan tujuan SDGS untuk konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, yaitu mendukung upaya mengurangi limbah pangan (ikan) yang terbuang terutama kehilangan pangan saat pascapanen ikan terutama memberi solusi ketika panen melimpah bersamaan dengan musim hujan tidak jarang terjadi pembusukan (kerusakan ikan) begitu saja tanpa dapat diolah lebih lanjut. Seyogianya masalah kerusakan pangan (ikan) tidak harus terjadi apabila Masyarakat nelayan khususnya pengolah ikan difasilitasi dengan mengintroduksi teknologi penanganan ikan pascapanen sejak perjalanan melaut maupun setiba di daratan.
Pengering Model Kabinet dengan sumber Energi yang diinopvasi dengan memanfaatkan (Pendistribusi Panas) dari Tungku Pengering/Pengasapan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu penyimpanan dan daya tahan hasil perikanan pascapanen. Pengawetan ikan seyogianya bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, agar tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Oleh karena itu untuk memperoleh hasil pengawetan yang baik dan berkualitas tinggi, diperlukan proses pengolahan antara lain dengan menginovasi dan menerapkan teknologi pengolahan/pengeringan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
Prof Revolson Mege dan Tim Pelaksana PTTI Universitas Negeri Manado mengucapkan terima kasih kepada pihak DPPM Dirjen Dikti Kemendiktisaintek yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pendanaan Skema Program Transformasi Teknologi dan Inovasi Tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....