Daun Teh Terbukti Mampu Hambat Laju Korosi Logam

  • 17 Nov 2025 15:33 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan potensi bahan alami dalam mengurangi laju korosi pada logam. Korosi yang selama ini menjadi musuh besar dunia konstruksi dan industri logam dinilai dapat diperlambat melalui pemanfaatan senyawa antioksidan dari tumbuhan, termasuk daun teh.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Metalurgi BRIN, Gadang Priyotomo, menjelaskan bahwa korosi merupakan proses alamiah akibat reaksi reduksi dan oksidasi antara logam, udara, dan air. Proses ini menyebabkan pelepasan elektron bebas yang mempercepat kerusakan logam. Gadang mengaitkan fenomena tersebut dengan konsep radikal bebas dalam dunia medis, yang sama-sama melibatkan reaksi elektrokimia.

Berdasarkan kesamaan prinsip tersebut, ia menyebut bahan-bahan alami yang kaya antioksidan—seperti kulit buah kelengkeng, kulit buah naga, tembakau, daun talas, hingga daun teh—berpotensi menjadi inhibitor korosi yang ramah lingkungan. Antioksidan berbasis polifenol bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan logam melalui proses adsorpsi, sehingga menahan laju oksidasi.

Gadang menegaskan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar untuk dieksplorasi sebagai sumber zat aktif penghambat korosi. Ia menilai pendekatan berbasis tumbuhan tidak hanya memperlambat kerusakan material, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan dibanding bahan kimia sintetis.

Ia menambahkan, korosi memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun dapat dikendalikan agar umur pakai komponen logam semakin panjang. Beberapa uji laboratorium bahkan menunjukkan senyawa antioksidan yang biasa dipakai dalam kosmetik dapat menjadi inhibitor korosi efektif. Salah satu contoh yang telah diteliti adalah kombinasi asam askorbat dan ekstrak ubi ungu yang menghasilkan penurunan signifikan pada laju korosi.

Penelitian lanjutan disebut masih diperlukan untuk memperluas pemanfaatan sumber hayati Indonesia sebagai material pelindung logam yang berkelanjutan.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....