BRIN dan Korea Perkuat Kemitraan Strategis Budaya Global

  • 13 Nov 2025 15:50 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Politik bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia menggelar Korea-Indonesia Strategic & Culture Cooperation Forum di Jakarta, Selasa (11/11).

Forum ini menjadi momentum penting memperkuat kemitraan strategis, kebudayaan, dan inovasi antara kedua negara. Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Republik Korea, Mr. Park Soo-deok, menyebut kerja sama Indonesia–Korea telah tumbuh melampaui sekadar hubungan diplomatik.

“Forum ini bukan hanya membahas kebijakan dan kerja sama, tetapi juga merayakan kisah luar biasa tentang dua negara yang tumbuh bersama dalam persahabatan, kepercayaan, dan aspirasi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir Indonesia dan Korea telah menjalin kolaborasi yang mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertukaran budaya. “Kolaborasi ini kini didefinisikan oleh masyarakat melalui rasa ingin tahu, kreativitas, dan hubungan budaya yang kuat,” imbuh Park.

Ia menilai, diplomasi antara kedua negara banyak dimulai dari budaya — terutama melalui fenomena Hallyu atau Korean Wave. “Dari K-pop hingga K-drama, makanan, dan kelas bahasa Korea, antusiasme masyarakat Indonesia sangat luar biasa,” ujarnya.

Park mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu pusat budaya Korea paling dinamis di dunia. Hal ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara. “Tahun lalu, jumlah wisatawan Indonesia ke Korea melampaui 350 ribu orang — tertinggi sejak pandemi COVID-19,” jelasnya.

Presiden Republik Korea Lee Jae Myung memperkenalkan K-Initiative, sebuah visi besar untuk membawa Korea ke panggung global melalui K-Culture, K-Democracy, dan K-Technology. Dalam visi ini, Indonesia ditempatkan sebagai mitra prioritas utama.

“Cinta masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea juga menginspirasi peningkatan minat warga Korea terhadap budaya Indonesia. Ini bukan lagi arus satu arah, melainkan aspirasi budaya bersama,” ujar Park.

Ia menambahkan, perpaduan K-Initiative dengan I-Initiative dari Indonesia akan memperkuat kemitraan strategis, sumber daya manusia, dan ekonomi kreatif kedua negara.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Athiqah Nur Alami, menyampaikan forum ini menjadi wadah refleksi memperdalam pemahaman, kepercayaan, serta kerja sama bilateral.

“Persahabatan kita telah berkembang dari ikatan tradisional menjadi kemitraan strategis. Indonesia dan Korea memiliki nilai serta aspirasi yang sama dalam mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan,” jelas Athiqah.

Ia menambahkan, perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Korea (IK-CEPA) telah menciptakan fondasi kuat dalam perdagangan, investasi, dan riset bersama. “Kita tidak bisa membicarakan hubungan kedua negara tanpa menyebut Hallyu — yang kini menjadi jembatan budaya antara masyarakat kita,” ujarnya.

Athiqah menegaskan, BRIN melihat kerja sama riset dan inovasi sebagai jembatan vital antara sains dan masyarakat. “Kami percaya kolaborasi antarmasyarakat dan budaya akan memperkaya hubungan politik, ekonomi, dan sosial kedua bangsa,” pungkasnya.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....