Pola Hidup Sehat Era Gadget Waspada! Screen Time

  • 04 Nov 2025 07:15 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Penggunaan gadget yang berlebihan untuk hiburan, seperti menonton televisi atau bermain game di ponsel, dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Meskipun penggunaan gawai dapat memberikan hiburan dan relaksasi, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, efeknya bisa sangat merugikan.

Seperti yang dilansir oleh laman polri.go.id screen time atau waktu yang dihabiskan untuk menatap layar perangkat elektronik, yang tidak terkait dengan pekerjaan atau sekolah, dapat mempengaruhi kesehatan fisik, kognitif, dan sosial-emosional penggunanya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Salah satu dampak yang paling sering muncul akibat screen time berlebihan adalah gangguan pada kesehatan mata. Menatap layar secara terus-menerus, terutama dengan jarak yang dekat, dapat menyebabkan mata lelah. Gejala yang biasa muncul antara lain mata berair, pegal, atau nyeri, serta mata merah. Paparan cahaya biru dari layar gadget juga dapat membuat mata bekerja lebih keras, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan pada organ vital ini.

Selain itu, kebiasaan menundukkan kepala atau berbaring saat menggunakan gadget juga bisa menyebabkan nyeri punggung dan leher. Posisi yang salah saat menggunakan perangkat elektronik ini, jika dilakukan dalam waktu lama, dapat membuat leher tertekuk atau punggung membungkuk, yang berpotensi menimbulkan rasa sakit yang mengganggu.

Tak hanya itu, jika screen time berlebihan disertai dengan kebiasaan ngemil atau pola makan tidak sehat, risiko obesitas pun meningkat. Kurangnya waktu untuk beraktivitas fisik karena terfokus pada perangkat elektronik membuat tubuh sulit bergerak, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi berat badan.

Screen time yang dilakukan hingga larut malam dapat mengganggu jam tidur seseorang. Penggunaan gadget sebelum tidur menghambat proses tidur alami, dan cahaya biru yang dipancarkan oleh layar juga diketahui dapat menurunkan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, esok harinya seseorang bisa merasa lelah dan sulit fokus.

Lebih parah lagi, kebiasaan begadang yang disebabkan oleh kecanduan gadget bisa menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur yang lebih serius. Hal ini tentu berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik dalam jangka panjang.

Yang lebih memprihatinkan adalah dampak screen time berlebihan terhadap anak-anak. Kecanduan gadget pada anak dapat mengurangi kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial, mengurangi empati, dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan perilaku seperti kecemasan dan tantrum.

Bahkan, menurut para ahli, anak-anak yang terbiasa terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar gadget cenderung mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara langsung dengan orang lain. Ini berisiko menghambat perkembangan sosial-emosional mereka.

Pakar kesehatan menganjurkan agar orang tua dan individu membatasi waktu yang dihabiskan di depan layar, terutama untuk keperluan hiburan. Penggunaan gadget untuk bekerja atau belajar, menurut panduan, tidak termasuk dalam kategori screen time yang berbahaya. Sebagai alternatif, penting untuk mengganti kegiatan yang berhubungan dengan layar dengan aktivitas fisik, seperti berolahraga, bermain di luar, atau berinteraksi langsung dengan orang lain.

Melalui kebiasaan yang sehat ini, selain menjaga kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan, kita juga dapat menjaga keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata, yang sangat penting untuk kualitas hidup. Untuk itu, mari bijak dalam menggunakan teknologi, agar manfaat yang didapat tidak berubah menjadi dampak negatif bagi kesehatan kita, baik fisik, mental, maupun sosial.

(Tetty B Pangemanan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....